Skripsi
Pengaruh latihan teratur satu kali seminggu dan tiga kali seminggu terhadap peningkatan kadar superoksida dismutase (SOD) dalam darah pada tikus putih / Sugeng Riadi
Abstrak
ABSTRAK Riadi S. 2007. Pengaruh Latihan Teratur Satu Kali Seminggu dan Tiga Kali Seminggu terhadap Peningkatan Kadar Superoksida Dismutase (SOD) dalam Darah pada Tikus Putih. Skripsi Program Studi Ilmu Keolahragaan Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Hartati E. W M. Si Med (II) dr. Moch Yunus M. Kes Kata Kunci Latihan teratur radikal bebas antioksidan superoksida dismutase. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh latihan teratur satu kali seminggu dan tiga kali seminggu terhadap peningkatan kadar Superoksida Dismutase (SOD) dalam darah pada tikus putih jenis rattus norvegicus strain wistar. Penelitian ini menggunakan experimental laboratories dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Postest-Only Design. Sebagai sampel 15 ekor tikus putih jenis rattus norvegicus strain wistar. Sampel dibagi dalam 3 kelompok masing-masing 5 ekor dilakukan dengan cara random kelompok 1 adalah kelompok kontrol tanpa diberi perlakuan (K1) kelompok 2 ialah latihan teratur satu kali seminggu (K2) dan kelompok 3 ialah latihan teratur tiga kali seminggu (K3). Dosis latihan teratur dibuat dari rata-rata kemampuan maksimal dari tikus yang diberi perlakuan dengan cara memberikan beban seberat 3% dari berat badan beban latihan diambil 80% dari kemampuan maksimal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang tanggal 3 Mei sampai 3 Juli 2007 setiap hari Senin Rabu dan Jumat. Setiap dua minggu sekali dilakukan penimbangan berat badan dan latihan maksimal untuk menentukan beban latihan selanjutnya. Kemampuan maksimal diperoleh dari memberikan latihan renang pada tikus dengan beban 3% yang diikatkan pada ekor tikus sampai tikus mengalami kelelahan yaitu hingga tikus tenggelam selama 10 detik. Beban latihan adalah 80 % dari waktu rata-rata kemampuan maksimal. Setelah dilakukan latihan selama 2 bulan tikus diistirahatkan selama 48 jam sebelum dilakukan pengambilan darah untuk diukur kadar SOD. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik parametrik menggunakan statistik deskriptif uji normalitas uji homodenitas uji anava dan Uji Least Square Different (LSD) melihat perbedaan kadar superosida dismutase (SOD) per variabel. Hasil penelitian diperoleh mean kadar SOD tiap kelompok yaitu K1 32 260 unit/cc K2 44 520 unit/cc K3 49 033 unit/cc dari jumlah rata-rata kadar SOD dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan jumlah kadar SOD. Hasil uji anava mununjukkan nilai F 16 284 dan P 0 000