Skripsi
Transformasi nilai-nilai budaya Jawa dalam novel Jalan Menikung: Para Priyayi 2 karya Umar Kayam (kajian sosiologi sastra) / Ery Wardana
Abstrak
Tranformasi kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki oleh warga masyarakat antara lain aturan-aturan norma-norma yang digunakan sebagai pedoman hidup teknologi selera rasa keindahan (kesenian) dan bahasa. Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu mengalami perubahan. Terjadinya perubahan ini salah satunya disebabkan oleh perubahan lingkungan alam dan fisik. Dalam novel Jalan Menikung Para Priyayi 2 karya Umar Kayam banyak terdapat bentuk tranformasi nilai-nilai budaya Jawa. Transformasi atau pergeseran nilai-nilai budaya Jawa yang dikenal mempunyai tradisi kuat dan luhur digambarkan oleh Umar Kayam melalui tokoh ciptaannya Eko. Umar Kayam berusaha menyajikan sebuah fenomena sosial tentang perubahan perilaku tokoh Eko yang telah lama hidup dalam lingkungan dan budaya yang jauh berbeda dengan budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang memandang karya sastra sebagai sebuah fenomena kemasyarakatan. Umar Kayam dikenal sebagai penulis yang selalu mengedepankan budaya Jawa dalam setiap tulisannya. Umar Kayam juga dikenal sebagai seorang priyayi sehingga secara tidak langsung juga bersentuhan dengan kehidupannya yang seorang priyayi. Oleh karena itu kita harus melihat novel ini melalui pandangan sosial budaya sehingga kita bisa menangkap pesan yang disampaikan oleh Umar Kayam melalui novel ini. Permasalahan yang diambil dalam penelitian adalah tranformasi nilai-nilai budaya Jawa dalam novel Jalan Menikung Para Priyayi 2 karya Umar Kayam adalah sebagai berikut (1) bentuk transformasi nilai-nilai budaya yang dilakukan oleh tokoh Eko (2) faktor-faktor penyebab terjadinya transformasi nilai-nilai budaya yang dilakukan oleh tokoh Eko dan (3) solusi yang dilakukan oleh tokoh Eko dalam menghadapi masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena hanya mendeskripsikan hal yang ada bukan menguji suatu hipotesis. Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara membaca secara intensif. Kemudian melakukan pengkodean pengklasifikasian penginterpretasian dan penganalisisan data sesuai dengan rumusan masalah. Hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama tokoh Eko telah mengalami tranformasi yang berupa (1) pergaulan bebas (2) menentang orang tua (3) mengumbar hawa nafsu (4) tidak malu dan (5) tidak sabar. Kedua faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tranformasi naiali-nilai budaya pada tokoh Eko adalah (1) lingkungan dan budaya (2) cara berpikir yang lugas dan (3) hilangnya budaya sendiri. Ketiga dalam menghadapi masalahnya tokoh Eko melakukan beberapa hal yang dijadikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu (1) ketika dia menikah dengan Claire dia melakukan pernikahan sipil bukan pernikahan agama. Hal tersebut dilakukan karena orang tuanya tidak menginginkan dia berganti keyakinan (2) Eko berusaha meyakinkan orang tuanya bahwa pernikahannya adalah sebuah bentuk tanggung jawab terhadapa apa yang telah dilakukannya walaupun sebenarnya bertentangan dengan budaya dan keyakinannya.