UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perbedaan fertilitas antara masyarakat etnis Madura dengan warga negara Indonesia keturunan Cina di Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan / Yuli Dwi Ira Utami

Yuli Dwi Ira Utami - Nama Orang;

Abstrak
Di Indonesia pada umumya faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah fertilitas mortalitas dan migrasi. Fertilitas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan fertilitas antara masyarakat Etnis Madura dengan Warga Negara Indonesia Keturunan Cina berdasarkan usia kawin pertama lamanya pemakaian alat kontrasepsi tingkat pendidikan pandangan terhadap nilai anak dan kuatnya kebudayaan yang diyakini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia produktif status kawin. Teknik pengambilan sampel daerah dalam penelitian ini digunakan purposif sampling. Sampel responden dilakukan secara sistematik random sampling. Jumlah responden yang dimbil sebanyak 75 orang baik pada masyarakat etnis Madura maupun Warga Negara Indonesia Keturunan Cina. Instrumen penelitian dengan wawancara terstruktur. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis statistik yaitu tabulasi tunggal tabulasi silang uji t (t-test) dan uji korelasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah anak lahir hidup pada masyarakat etnis Madura lebih besar daripada Warga Negara Indonesia Keturunan Cina. Terdapat perbedaan fertilitas yang signifikan antara masyarakat etnis Madura dengan Warga Negara Indonesia Keturunan Cina berdasarkan usia kawin pertama lamanya pemakaian alat kontrasepsi tingkat pendidikan pandangan terhadap nilai anak dan kuatnya kebudayaan yang diyakini. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin muda usia kawin pertama semakin banyak fertilitasnya dan sebaliknya. Semakin lama pemakaian alat kontrasepsi semakin rendah fertilitasnya dan sebaliknya. Semakin tinggi pendidikan semakin rendah fertilitasnya dan sebaliknya. Nilai anak sebagai investasi menyebabkan semakin banyak fertilitasnya sebaliknya nilai anak sebagai beban semakin rendah fertilitasnya. Masyarakat yang masih memegang budaya kuat tentang fertilitas semakin tinggi fertilitasnya dan sebaliknya. Disarankan pada wanita usia subur perlu adanya pembudayaan pemakaian alat kontrasepsi dengan tidak menunggu apabila sudah memiliki anak lebih dari dua. Penundaan usia kawin pertama dengan meningkatkan pendidikan agar masa mereka untuk mengembangkan diri lebih luas sehingga pada akhirnya mereka tidak menikah pada usia muda dan diharapkan fertilitas rendah.


Informasi Detail
DDC
Rs 304.632 YUL p
Prodi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Geografi, 2007.
Deskripsi Fisik
ix, 126 hlm : il. : tab. ; 29 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01809/KI/07
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2007
Subjek
1. FERTILITAS MANUSIA - PERBEDAAN
Pembimbing
1. SALLADIEN ; 2. BUDIJANTO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik