Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran fisika materi pokok zat dan wujudnya dengan model pembelajaran 5e learning cycle untuk sains SMP kelas VII / Maya Rizqiatur Rofidah
Abstrak
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 22-23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) ditetapkan Ku-rikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai kurikulum baru dalam pendi-dikan di Indonesia. KTSP merupakan perwujudan dari kurikulum berbasis kompeten-si. KTSP menuntut agar pembelajaran dilakukan secara konstruktivis kontekstual dan student center sehingga diperlukan model pembelajaran yang sesuai yaitu sistem pembelajaran dengan modul. Pada kegiatan pembelajaran buku pelajaran yang digu-nakan oleh siswa masih bersifat informatif hanya memberikan konsep kepada siswa tanpa memperhatikan proses pembelajarannya. Menurut Burner dalam proses pembe-lajaran hendaknya terjadi pengurutan pembelajaran dari pengaktifan-ikonik-simbolik agar terjadi perkembangan pola pikir pada ranah kognitif siswa. Oleh karena itu di-perlukan suatu modul yang dapat membantu siswa untuk dapat belajar mandiri sesuai dengan tuntutan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan me-ngetahui nilai modul Zat dan Wujudnya dengan model 5E Learning Cycle serta untuk mengetahui implementasi modul di SMPN 4 Malang dan tanggapan siswa SMPN 4 Malang setelah menggunakan modul. Penelitian dan pengembangan modul ini dilakukan melalui 2 tahap yaitu tahap studi pendahuluan dan pengembangan. Tahap studi pendahuluan terdiri dari 3 lang-kah yaitu studi pustaka survei lapangan dan penyusunan draf produk. Pada penyu-sunan draf produk terdapat proses evaluasi modul oleh evaluator. Evaluator terdiri dari 3 orang guru fisika SMP dan 2 orang dosen fisika UM. Tahap kedua adalah tahap pengembangan. Tahap pengembangan dilakukan sampai uji coba terbatas. Uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas VII-C SMPN 4 Malang yaitu dengan meng-implementasikan modul dalam pembelajaran. Implementasi modul menggunakan Pe-nelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu rencana tindakan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi tahapan pembelajaran meng-gunakan modul angket evaluasi modul dan angket kemenarikan modul menurut sis-wa. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik persentase. Hasil pengembangan modul adalah berupa modul Zat dan Wujudnya dengan model 5E Learning Cycle yang dibagi menjadi empat sub pokok materi. Hasil eva-luasi menunjukkan bahwa komponen-komponen modul yang dikembangkan meme-nuhi kriteria baik dengan persentase 86 35% modul diperbaiki dengan melakukan re-visi sesuai saran evaluator. Hasil implementasi modul menunjukkan bahwa modul da-pat dimplementasikan dengan baik di SMPN 4 Malang. Hal ini terlihat dari pening-katan persentase ketercapaian pelaksanaan pembelajarannya. Persentase pada siklus I sebesar 75 39 % dan mengalami peningkatan menjadi 89 45 % pada siklus II. Tang-gapan siswa SMPN 4 Malang setelah menggunakan modul pembelajaran fisika ma-teri pokok Zat dan Wujudnya adalah bahwa modul Zat dan Wujudnya menarik untuk dipelajari. Hal ini terlihat dari meningkatnya persentase kemenarikan modul menurut siswa. Persentase pada siklus I sebesar 67 68% dan mengalami peningkatan menjadi 81 33% pada siklus II. Peningkatan ini dikarenakan adanya perbaikan pada modul Zat dan Wujudnya berdasarkan Hasil refleksi siklus I.