Skripsi
Kemampuan mendongeng siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan kelompok teater / Dewi Yulia Masruroh
Abstrak
Mendongeng merupakan salah satu kompetensi berbahasa dan bersastra kurikulum 2004 SMP/MTS mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pembelajaran mendongeng menekankan pada aspek-aspek tertentu yang perlu dikuasai oleh para siswa. Proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan siswa dapat menghasilkan siswa yang kompeten dalam mendongeng dengan memperhatikan aspek keruntutan cerita volume suara kejelasan lafal ketepatan intonasi dan gerak/mimik sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai pada Kurikulum 2006. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka guru harus memilih media yang tepat dalam pembelajaran mendongeng. Media tersebut digunakan untuk membantu siswa dalam memahami dan menghayati dongeng yang diceritakan. Fokus utama masalah penelitian ini adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan kegiatan mendongeng dan dirumuskan sebagai berikut bagaimanakah kemampuan mendongeng siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan kelompok teater berdasarkan aspek keruntutan cerita volume suara kejelasan lafal ketepatan intonasi gerak/mimik yang sesuai. Sedangkan fokus masalah penelitian yang berkaitan dengan kelompok teater dirumuskan sebagai berikut bagaimanakah kemampuan penghayatan kelompok teater berdasarkan gerak dan mimik yang ditunjukkan ketika memerankan dongeng yang diceritakan. Sejalan dengan rumusan masalah tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mendongeng siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dengan menggunakan kelompok teater dilihat dari aspek kelogisan alur cerita volume suara kejelasan lafal ketepatan intonasi gerak/mimik yang sesuai serta mendeskripsikan kemampuan penghayatan kelompok teater berdasarkan gerak dan mimik yang ditunjukkan ketika memerankan dongeng yang diceritakan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskripstif kualitatif.. Sesuai dengan rancangan penelitian yang ditetapkan maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara nyata kemampuan mendongeng siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dilihat dari aspek keruntutan cerita volume suara kejelasan lafal ketepatan intonasi gerak/mimik yang sesuai dengan menggunakan data ujaran dan tindakan siswa dan kemampuan berakting kelompok teater yang mengiringi kegiatan mendongeng siswa dengan menggunakan data tindakan siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 4 Malang. Data dalam penelitian berupa data ujaran dan tindakan siswa ketika mendongeng dengan menggunakan model kelompok teaterikal. Sumber data dalam penelitian ini adalah dua belas siswa kelas VII B yang dipilih sesuai persetujuan kelompok siswa yang telah dibentuk sebelumnya berdasarkan dongeng yang dibagikan. Instrumen pengumpul data utama adalah peneliti dengan dibantu dua orang teman sejawat sedangkan instrumen penunjang berupa dongeng yang dibagikan pada siswa pedoman catatan lapangan lembar penilaian siswa perekaman melalui foto dan handycame. Penelitian ini dilakukan dengan cara meminta subjek penelitian utama (pendongeng) untuk menceritakan dongeng yang telah disampaikan sedangkan anggota kelompok diminta untuk memerankan dongeng yang disampaikan. Untuk menjaga kesahihan data dilakukan pengecekan keabsahan data melalui tiga teknik pemeriksaan data yang terdiri atas (1) ketekunan pengamatan (2) triangulasi data (3) kecukupan referensial dan (4) diskusi teman sejawat. Hasil penelitian pada siswa yang mendongeng dikaji sesuai dengan aspek yang terdapat pada indikator pembelajaran. Berdasarkan aspek keruntutan cerita masing-masing alur cerita yang disampaikan oleh seluruh siswa telah runtut. Kelemahan yang dimiliki oleh sebagian siswa adalah pengungkapan peristiwa dalam alur cerita yang bersifat kurang logis. Berdasarkan aspek volume suara kejelasan volume suara seluruh siswa dapat terdengar ke seluruh ruangan kelas. Hal ini disebabkan adanya rasa kepercayaan diri dari siswa ketika tampil di dalam kelas. Berdasarkan aspek pelafalan lebih dari sebagian siswa mengucapkan semua bunyi bahasa yang dipergunakan untuk mendongeng dengan pelafalan dan artikulasi yang tepat hanya tiga orang siswa yang mengalami salah ucap karena ujaran disampaikan terlalu cepat dan masih dipengaruhi oleh pelafalan bahasa jawa. Berdasarkan aspek intonasi siswa tidak menggunakan intonasi secara bervariasi dan sesuai dengan maksud cerita. Siswa hanya menempatkan jeda dengan tepat akan tetapi ketepatan nada tekanan dan tempo siswa belum maksimal. Cerita yang disampaikan siswa memiliki kecenderungan berbentuk narasi dan jarang menggunakan unsur dialog seperti pada sumber cerita sehingga mengakibatkan intonasi yang digunakan kurang menarik. Berdasarkan aspek penggunaan sikap tubuh siswa tidak memanfaatkan sikap tubuh secara tepat dan wajar untuk mendukung cerita. Siswa memiliki kecenderungan untuk berpindah-pindah tempat (movement). Bloking yang dilakukan selalu mendekati kelompok yang memerankan. Ekspresi wajah kurang tepat karena penghayatan terhadap isi dongeng yang tidak diperhatikan. Hasil penelitian pada kelompok teater dikaji sesuai dengan aspek gerak dan mimik yang ditunjukkan ketika memerankan dongeng yang diceritakan oleh pendongeng. Gerakan yang mereka lakukan memang sesuai tetapi ada beberapa peristiwa yang justru ditanggalkan tanpa gerakan. Kelompok teater tidak menunjukkan ekpresi yang menghayati dongeng yang diperankan. Dalam praktik pelaksanaannya disarankan pada guru bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia memperhatikan kekurangan siswa sesuai dengan aspek yang diamati yaitu keruntutan cerita ketepatan intonasi dan sikap tubuh yang tepat untuk seorang pendongeng. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan instrumen penelitian yang lebih baik sehingga memperoleh data yang akurat.