Skripsi
Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap prestasi kerja karyawan (studi pada karyawan rumah makan ayam bakar Wong Solo di Malang) / Prasojo Mahdi
Abstrak
ABSTRAK Mahdi Prasojo. 2007. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Studi pada Karyawan Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mohammad Arief M.Si dan (II) Drs. Sarbini Kata Kunci Gaya Kepemimpinan prestasi kerja karyawan Manusia merupakan salah satu sumber daya perusahaan yang mempunyai nilai prakarsa dan mempunyai peran serta dalam penggunaan sumber daya lain yang ada di dalam perusahaan. Sistem pengelolaan sumber daya manusia yang tepat merupakan kunci keberhasilan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Perusahaan dalam menjalankan usahanya terus didukung oleh sumber daya manusia yaitu karyawan-karyawan yang berprestasi dengan sifat dan sikap membangun mempunyai daya tanggap yang tinggi inisiatif dan kreatif dan sebagainya. Oleh karena itu manusia sangatlah penting karena selain sebagai obyek manajemen juga sebagai pelaksana. Untuk itu peranan seorang pemimpin dalam perusahaan semakin penting artinya dalam upaya peningkatan prestasi kerja karyawan sehingga efisiensi dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan memerlukan seorang pemimpin yang mampu mengkoordinasikan sumber daya manusia yang dipimpinnya ke arah tujuan yang diinginkan melalui berbagai gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi dan situasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan direktif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang (2) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan suportif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang (3) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan orientasi pencapaian terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang (4) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan partisipatif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang (5) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan direktif gaya kepemimpinan suportif gaya kepemimpinan orientasi pencapaian gaya kepemimpinan partisipatif secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang (6) Mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan yang paling dominan terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang yang berjumlah keseluruhan 44 karyawan. Penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu variabel variabel bebas (X) variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) yang meliputi gaya kepemimpinan direktif (X1) gaya kepemimpinan suportif (X2) gaya kepemimpinan orientasi pencapaian (X3) gaya kepemimpiann partisipatif (X4) sedangkan variabel terikat yaitu prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang. Data diperoleh melalui responden dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS 12.0 for windows. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan direktif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikan 0 002 yaitu kurang dari 945 0 05 atau thitung 3 382 lebih besar dibandingkan ttabel 2 017 (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan suportif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikan 0 009 yaitu kurang dari 945 0 05 atau thitung 2 731 lebih besar dibandingkan ttabel 2 017 (3) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan orientasi pencapaian terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikan 0 025 yaitu kurang dari 945 0 05 atau thitung 2 333 lebih besar dibandingkan ttabel 2 017 (4) terdapat pengaruh positif yang signifikan gaya kepemimpinan partisipatif terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikan 0 032 yaitu kurang dari 945 0 05 atau thitung 2 218 lebih besar dibandingkan ttabel 2 017 (5) terdapat pengaruh positif yang signifikan secara simultan gaya kepemimpinan yang meliputi gaya kepemimpinan direktif (X1) gaya kepemimpinan suportif (X2) gaya kepemimpinan orientasi pencapaian (X3) gaya kepemimpiann partisipatif (X4) terhadap prestasi kerja karyawan pada Rumah Makan Ayam bakar Wong Solo di Malang dengan tingkat signifikansi F 0 000 (lebih kecil dari 945 0 05) (6) berdasarkan sumbangan efektif (SE) variabel gaya kepemimpinan direktif (X1) berpengaruh paling dominan terhadap variabel prestasi kerja (Y) dengan nilai standardized coefficients (Beta) 946 1 sebesar 0 374. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan yaitu (1) Manager cabang Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo di Malang harus lebih serius lagi dalam menerapkan gaya kepemimpinan orientasi pencapaian. Karena faktor tersebut juga sangat berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan. Dorongan terhadap para karyawannya dalam hal peningkatkan produktivitas kerja harus ditekankan lagi terhadap para karyawan. Hal ini nantinya akan membawa dampak positif bagi karyawan itu sendiri yaitu secara otomatis prestasi kerja mereka akan mengalami suatu peningkatan dan bagi perusahaan yaitu adanya peningkatan profit perusahaan. Memberikan wewenang memberikan pujian serta menetapkan kualifikasi mutu dari pekerjaan itu sendiri merupakan salah satu cara yang harus direalisasikan oleh manager cabang (2) Berkonsultasi dengan para karyawannya saran yang dikemukakan oleh karyawan dipertimbangkan secara serius menyediakan waktu untuk mendengarkan keluhan para bawahannya merupakan karakteristik gaya kepemimpinan partisipatif harus lebih ditingkatkan dan kalau perlu saran yang dikemukakan oleh karyawan dipakai untuk landasan berpikir bagi pimpinan untuk meningkatkan prestasi kerja para karyawannya. Keinginan dan kemauan yang diharapkan bagi para karyawannya manager cabang harus lebih bijak dalam menyikapinya. Sehingga timbal balik antara pimpinan dan bawahan berdampak positif bagi perusahaan khususnya terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan.