Skripsi
Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran seni budaya di kelas IX SMP Negeri 20 Kota Malang tahun ajaran 2007-2008 / Choirul Abdidin
Abstrak
Mata pelajaran seni budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya. Di dalamnya mencakup seni rupa seni tari seni musik dan seni teater (drama) dengan pendekatan budaya terutama budaya setempat. Yang mem-berikan peluang bagi terciptanya pengembangan kemampuan kreativitas dan apresiatif. Penerapan KTSP memberikan peluang bagi setiap sekolah untuk menyusun kurikulumnya sendiri dan untuk itu tiap guru yang akan mengajar di kelas dituntut memiliki kemampuan menyusun yang tepat bagi peserta didiknya. Berdasarkan pengamatan di lapangan belum semua guru mata pelajaran seni budaya SMP Negeri 20 Kota Malang yang melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran seni budaya di kelas IX SMP Negeri 20 Kota Malang Tahun Ajaran 2007-2008. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif sedangkan untuk pengumpulan datanya dengan pedoman wawancara pada guru seni budaya pedoman observasi pada alat/sarana pembelajaran dan penyebaran angket kepada siswa. Teknik analisa dengan mendeskripsikan secara langsung data/informasi yang berupa uraian dan bagi data yang berhubungan dengan angka digunakan teknik prosentase. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan mata pelajaran seni budaya sudah berjalan dengan baik. Persiapan yang dilakukan guru dan siswa sebelum pelaksanaan pembelajaran seni berlangsung sangat baik pelaksanaan pembelajaran seni budaya pada aktivitas guru dalam pembelajaran di kelas dan aktivitas belajar siswa di kelas sudah menunjukkan aktivitas yang sudah tinggi dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran seni budaya menunjukkan pelaksanaannya sangat baik. Semua itu terlaksana karena guru yang memegang cabang seni sesuai latar belakang pendidikannya cabang seni rupa dipegang oleh guru berpendidikan seni rupa dan cabang seni tari dipegang guru berpendidikan seni tari. Namun untuk kekurangannya kedua guru tersebut sudah berusaha untuk memperbaikinya. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk penelitian selanjutnya agar menggunakan metode kualitatif dan memperhatikan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran seni budaya di lapangan.