Skripsi
Penggunaan diksi bahasa Indonesia dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD / Anik Ermawati
Abstrak
Salah satu kompetensi yang diajarkan kepada siswa dalam matapelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar khususnya kelas V yaitu menulis karangan. Yang dimaksud dengan karangan ialah hasil perwujudan pikiran gagasan pendapat dan perasaan seseorang yang dituangkan atau disampaikan dalam bahasa tulis dengan bahasa yang baik sistematis menarik dan memperhatikan pilihan kata yang tepat yang dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Dalam menulis karangan harus selalu memperhatikan penggunaan diksi yang tepat dan sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan. Pengertian diksi dalam karangan adalah pilihan kata yang tepat sesuai dan selaras (cocok penggunaannya) untuk menyampaikan pesan atau gagasan kepada orang lain/pembaca secara tertulis dalam karangan. Ketepatan penggunaan diksi menandakan keberhasilan kegiatan berkomunikasi khusus dalam penelititan ini yaitu komunikasi dalam bahasa tulis. Berkaitan dengan diksi dan karangan masalah yang dikaji dalam penelitian ini meliputi (1) penggunaan diksi umum dan diksi khusus (2) penggunaan diksi konkret dan diksi abstrak dan (3) penggunaan diksi baku dan diksi nonbaku bahasa Indonesia dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD. Berdasarkan masalah tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) penggunaan diksi umum dan khusus (2) penggunaan diksi konkret dan diksi abstrak dan (3) penggunaan diksi baku dan diksi nonbaku bahasa Indonesia dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah karangan siswa Cina peranakan kelas V SD karena warga Cina peranakan mempunyai dialek dan ragam bahasa yang unik yang biasa disebut dialek Indonesia Cina. Sedangkan datanya berupa teks paparan bahasa yaitu diksi yang terdapat dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrumen utama dengan menggunakan alat bantu berupa tabel spesifikasi untuk menjaring data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dan teknik analisis datanya terdiri dari tiga tahap yaitu (1) pengidentifikasian (2) pengodean (3) pengklasifikasian dan (4) penguraian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan diksi umum dan diksi khusus bahasa Indonesia dalam karangan siswa Cina Peranakan kelas V SD didasarkan pada ruang lingkup atau luas tidaknya cakupan makna suatu kata. Diksi umum dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD digunakan untuk mengungkapkan ide yang umum menyatakan kata-kata yang mengandung arti inti atau pokok. Diksi khusus dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD digunakan untuk menyatakan seluk-beluk atau perincian yang mengandung arti tambahan dan mengacu ke beberapa bagian saja sehingga tidak menimbulkan salah paham dan memberikan sugesti yang lebih mendalam. Penggunaan diksi konkret dan diksi abstrak bahasa Indonesia dalam karangan siwa Cina peranakan kelas V SD didasarkan ada tidaknya suatu kata yang diserap oleh pancaindera. Diksi konkret dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD digunakan untuk mengungkapkan kata yang dapat diindera dan mengacu ke sesuatu yang nyata berbentuk atau berwujud dan spesifik. Penggunaan diksi abstrak dalam karangan menunjuk pada konsep atau gagasan yang tumbuh dalam pikiran manusia. Diksi abstrak digunakan untuk menyatakan pernyataan yang tidak dapat ditangkap atau diserap oleh pancaindera. Penggunaan diksi baku dan diksi nonbaku bahasa Indonesia dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD didasarkan pada sesuai atau tidak sesuainya dengan kaidah yang ditentukan lazim atau tidak lazim bila digunakan. Dalam hal ini siswa Cina peranakan kelas V SD lebih cenderung menggunakan diksi khusus diksi konkret dan diksi nonbaku. Dengan kecenderungan penggunaan diksi nonbaku menunjukkan bahwa siswa Cina peranakan kelas V SD penggunaan diksinya kurang baik dan benar. Selain itu dari hasil penelitian peneliti juga menemukan kekhasan yang terdapat dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD. Kekhasan tersebut adalah adanya kata ganti yang disebutkan berulang-ulang dalam setiap karangan. Hal ini menunjukkan bahwa karangan siswa Cina peranakan memang berbeda dengan karangan siswa kaum pribumi pada umumnya. Dari hasil penelitian tentang penggunaan diksi bahasa Indonesia dalam karangan siswa Cina peranakan diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi banyak pihak dan peneliti dapat memberikan saran-saran. Untuk peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian penggunaan diksi umum-khusus diksi konkret-abstrak dan diksi baku-nonbaku dalam karangan siswa Cina peranakan tetapi dalam lingkup yang lebih luas atau melakukan penelitian tentang penggunaan jenis diksi yang lain yaitu selain diksi umum-khusus diksi konkret-abstrak dan diksi baku-nonbaku dalam karangan siswa Cina peranakan kelas V SD. Untuk pengajar dan siswa disarankan selalu menggunakan diksi khusus diksi konkret dan diksi baku dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah terutama dalam hal tulis-menulis atau karang-mengarang agar tidak terjadi salah tafsir serta pembaca dapat dengan mudah memahami maksud yang dituliskannya tersebut.