Skripsi
Pembelajaran menulis permulaan siswa kelas II SD Laboratorium UM dengan memanfaatkan perpustakaan kelas / Agustin Indahwati
Abstrak
Keterampilan menulis permulaan merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa sekolah dasar sejak dini karena keterampilan menulis permulaan merupakan keterampilan yang sangat mendasar bagi siswa sekolah dasar. Menulis permulaan merupakan keterampilan menulis yang diajarkan pada kelas rendah yakni kelas I dan II sekolah dasar sebagai pembelajaran menulis pada tingkat dasar. Pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh siswa pada pembelajaran menulis permulaan tersebut akan menjadi dasar dalam peningkatan dan pengembangan kemampuan siswa pada jenjang selanjutnya. Apabila pembelajaran menulis permulaan yang dikatakan sebagai acuan dasar tersebut baik dan kuat maka diharapkan hasil pengembangan keterampilan menulis sampai tingkat selanjutnya akan menjadi baik pula. Perpustakaan kelas merupakan sebuah perpustakaan mini yang ditempatkan di tiap-tiap kelas yang berisi berbagai bahan pustaka yang sesuai dengan keperluan kelas tersebut. Bahan pustaka yang disediakan di perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan yang dapat membuka pikiran dan mengembangkan bakat siswa. Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang dapat dijadikan sumber belajar para siswa dan guru guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Berdasarkan uraian tersebut peneliti merasa perlu untuk mengadakan penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran menulis permulaan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi objektif tentang pembelajaran menulis permulaan siswa kelas II SD Laboratorium UM dengan memanfaatkan perpustakaan kelas yang meliputi tahap persiapan pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian ini berupa tindakan kata-kata dan dokumen yang diperoleh dari hasil observasi wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yakni reduksi data paparan data dan penarikan kesimpulan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yakni instrumen utama dan instrumen penunjang. Instrumen utama adalah peneliti sendiri sedangkan instrumen penunjangnya adalah panduan observasi pedoman wawancara panduan catatan lapangan dan foto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) sebelum melaksanakan pembelajaran guru merancang skenario pembelajaran yang tersusun dalam RPP. Adapun RPP yang dibuat oleh guru dalam pembelajaran menulis permulaan ini dapat dikategorikan ideal karena terdapat komponen-komponen yang ditentukan berdasarkan KTSP. Akan tetapi RPP tersebut kurang aplikatif karena kurang ada kesesuaian antara rencana yang dirancang dalam RPP dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa (2) pembelajaran dilaksanakan dengan tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan berisi kegiatan prapembelajaran dan membuka pelajaran. Kegiatan prapembelajaran dilakukan guru dengan salam pembuka berdoa dan memeriksa kesiapan siswa sedangkan kegiatan membuka pelajaran dilakukan guru dengan kegiatan apersepsi menarik minat siswa dengan dengan bercerita dan menumbuhkan motivasi dalam pembelajaran. Kegiatan inti berisi pembagian LKS siswa diminta membaca petunjuk belajar dan bacaan yang terdapat dalam LKS siswa diminta memilih majalah yang terdapat di perpustakaan kelas mencari puisi yang terdapat di majalah dan menyalin puisi tersebut dalam huruf tegak bersambung yang rapi dan (3) penilaian yang dilakukan guru dalam pembelajaran ini mencakup tiga kategori yakni bentuk cara dan alat penilaian. Bentuk penilaian berupa penelitian hasil dan proses. Cara yang digunakan dalam penelitian hasil adalah menilai kesesuaian tulisan dengan salinan ketepatan penulisan huruf tegak sambung ketepatan tanda baca ketepatan penggunaan huruf kapital dan kerapian siswa dalam menyalin puisi anak sedangkan dalam penilaian proses adalah mengamati keaktifan kerjasama antusias motivasi dan semangat belajar siswa saat pembelajaran berlangsung. Alat yang digunakan dalam penilaian hasil adalah LKS sedangkan dalam penilaian proses guru tidak menggunakan alat penilaian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada guru agar dapat (1) membuat perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bersifat ideal dan aplikatif (2) pelaksanaan pembelajaran hendaknya dilaksanakan dengan maksimal baik pada kegiatan pendahuluan kegiatan inti maupun kegiatan penutup sesuai dengan aturan yang disarankan oleh kurikulum dan ahli pendidikan. Selain itu guru hendaknya melakukan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan misalnya kegiatan pengayaan dan (3) melengkapi dan melaksanakan komponen-komponen yang harus ada dalam kegiatan penilaian pembelajaran. Saran yang disampaikan kepada kepala sekolah SD Laboratorium UM adalah (1) Mengarahkan membimbing dan membina kompetensi para tenaga pengajar di sekolah terkait pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran dan (2) memantau pembelajaran yang dilakukan oleh guru terkait dengan perencanaan dan penilaian pembelajaran yang disusun oleh guru. Adapun saran yang dapat disampaikan kepada peneliti selanjutnya adalah (1) pada persiapan pembelajaran rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dijadikan sumber data hendaknya lebih dari satu agar data benar-benar akurat (2) pada pelaksanaan pembelajaran hendaknya peneliti tidak sendirian dalam melakukan kegiatan observasi untuk minimalisasi data yang luput dari peneliti dan (3) Pada penilaian pembelajaran hendaknya peneliti mengetahui langsung proses penilaian yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui keevektifan penilaian pembelajaran yang dirancang dengan pengambilan keputusan.