Skripsi
Rekonstruksi gender dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini / Bagus Adhi Nugroho
Abstrak
Rekonstruksi gender adalah suatu konsep pembentukan kembali ideologi gender yang telah disepakati oleh masyarakat pendukungnya. Konstruksi gender disebabkan adanya konstruksi sosial dan kultural yang sudah mapan dan dilembagakan dalam suatu masyarakat. Perubahan jaman menyebabkan konstruksi-konstruksi yang sudah mapan mulai terjadi pergeseran sehingga perlu direkonstruksi kembali. Persoalan gender tidak akan muncul apabila perbedaan-perbedaan gender berjalan selaras sehingga antara laki-laki dan perempuan dapat saling melengkapi. Konstruksi gender telah menghasilkan dampak yang membawa ketidakdilan gender dan emansipasi wanita. Perbedaan gender sebenarnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender. Namun yang menjadi persoalan perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan baik laki-laki dan terutama terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk rekonstruksi gender beserta dampak yang ditimbukan dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk rekonstruksi gender yang meliputi bidang (1) pendidikan (2) ekonomi (3) sosial budaya dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini. Sedangkan dampak yang ditimbulkan akibat adanya rekonstruksi gender meliputi dampak positif (emansipasi wanita) dan dampak negatif (ketidakadilan gender) dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik analisis gender. Data dari penelitian ini berupa data verbal paparan bahasa dari pernyataan tokoh yang berupa dialog monolog dan narasi yang ada dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri karena data yang diperoleh dari dokumen berupa data verbal atau tulisan. Dalam penelitian kualitatif kedudukan peneliti adalah sebagai perencana pelaksana pengumpul data penganalisis penafsir data dan pelaporan hasil penelitiannya. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pembaca yang aktif terus-menerus membaca mengamati dan mengidentifikasi satuan-satuan tutur yang sesuai dengan tujuan penelitian kemudian menafsirkan dan melaporkan hasilnya untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan dan menganalis data penelitian penelitian digunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa (1) rekonstruksi gender pada bidang pendidikan hanya terjadi sebagian saja (2) hanya sebagian besar telah terjadi rekonstruksi gender pada bidang ekonomi (3) tidak terjadi rekonstruksi gender pada bidang sosial budaya dan (4) hanya sebagian telah terjadi rekonstruksi pada bidang politik. Dampak yang ditimbulkan sebagai akibat adanya konstruksi gender adalah sebagai berikut dampak negatif (ketidakadilan gender) yaitu (1) marginalisasi yang direpresentasikan dalam pembakuan peran dan pengurangan atau penghilangan nafkah (2) subordinasi perempuan yang diinkasikan dalam peminggiran perempuan dan pengekangan hak dan kebebasan dalam mengambil keputusan diantaranya hak berbicara atau berpendapat dan hak untuk memilih jodoh (3) stereotipe perempuan mengindikasikan bahwa perempuan mempunyai sifat penggoda lemah dan irasional dan (4) kekerasan terhadap perempuan direpresentasikan dalam kekerasan seksual fisik dan psikologi. Sedangkan dampat positif (emansipasi wanita) yang ditimbukan akibat konstruksi gender antara lain (1) bidang pendidikan terdapat pada tokoh Kenanga dan Dayu Ratna yang sekolah sampai S2 (2) bidang politik terlihat pada tokoh Dayu ratna yang mengambil keputusan untuk keluar dari griya dan menempati rumah di Perumnas (3) bidang Pekerjaan terlihat pada profesi dari Kenanga dan Dayu Sari yang menjadi dosen Dayu Ratna yang menjadi Manajer hotel berbintang. Saran untuk mahasiswa hasil penelitian ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa untuk penerapan teori kritik sastra khususnya mengenai gender. Sedangkan bagi guru hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pemilihan apresiasi sastra di sekolah. Sementara bagi peneliti lanjutan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai wawasan dasar dalam melakukan penelitian lebih lanjut mengenai masalah gender.