Skripsi
Pemanfaatan pengalaman pribadi siswa dalam pembelajaran menulis cerpen: studi kasus pembelajaran menulis cerpen siswa kelas X SMA Widya Dharma Turen / Retno Purwanti
Abstrak
Menulis cerpen merupakan salah satu materi pembelajaran yang diajarkan di kelas X SMA. Dalam menulis cerpen siswa diharapkan mampu mengungkapkan apa yang dilihat didengar dirasakan dipikiran dan diinginkan dalam suatu bentuk tulisan yang memiliki jalinan cerita. Oleh karena itu dalam menulis cerpen siswa dapat memanfaatkan pengalaman pribadinya. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pemanfaatan pengalaman pribadi siswa kelas X SMA dalam pembelajaran menulis cerpen.Tujuan tersebut dideskripsikan menjadi (1) proses pembelajaran dalam pemanfaatan pengalaman pribadi siswa dalam menulis cerpen (2) jenis pengalaman pribadi yang digunakan siswa dalam menulis cerpen (3) penggunaan unsur-unsur pembangun cerpen dalam cerpen siswa dan (4) kesulitan yang dihadapi siswa dalam pemanfaatan pengalaman pribadi siswa untuk menulis cerpen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Data dalam penelitian ini berupa rangkaian informasi yang berupa kata-kata tindakan dan dokumen. Subjek penelitian ini adalah lima belas siswa yang memiliki nilai menulis cerpen diatas standar kompetensi minimal dan cerpen yang dihasilkan berdasarkan pengalaman pribadi siswa. Sumber data dalam penelitian ini dibagi dua yaitu sumber data manusia dan nonmanusia. Sumber data manusia adalah siswa dan guru sedangkan sumber data nonmanusia meliputi peristiwa berlangsungnya proses pembelajaran dalam pemanfaatan pengalaman pribadi siswa dalam menulis cerpen serta dokumen yang berupa cerpen hasil karya siswa. Instrument utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemanfaatan pengalaman pribadi siswa kelas X SMA dalam menulis cerpen berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru dan siswa yang terdiri atas tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan kegiatan inti dan kegiatan penutup.dalam kegiatan pendahuluan guru melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menegetahui pemahaman siswa tentang cerpen dan proses menulis cerpen. Dalam kegiatan inti siswa menentukan unsur-unsur pembangun cerpen yang diberikan guru memilih salah satu pengalaman pribadi siswa membuat kerangka cerpen berdasarkan pengalaman pribadi tersebut serta mengembangkan kerangka cerpen sehingga menjadi sebuah cerpen yang utuh. Dalam kegiatan penutup siswa dan guru melakukan kegiatan refeleksi yaitu menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah berlangsung secara klasikal. Jenis pengalaman yang digunakan siswa kelas X SMA untuk menulis cerpen adalah pengalaman langsung. Pengalaman yang digunakan siswa adalah pengalaman menyedihkan (54%) menyenangkan (20%) memalukan (13%) dan menakutkan (13%). Penggunaan unsur-unsur pembangun cerpen dalam cerpen hasil karya siswa meliputi pengaluran penokohan pelataran dan sudut pandang. Pengaluran yang digunakan siswa dalam pengalaman pribadi tercermin dalam pengaluran yang digunakan siswa dalam cerpen yang ditulis siswa yaitu siswa menggunakan peristiwa yang sama dalam pengalaman pribadi dan cerpen yang ditulis siswa. Penokohan dalam pengalaman pribadi tidak tercermin pada penokohan dalam cerpen yang ditulis siswa karena tokoh yang digunakan siswa dalam pengalaman prbadi adalah diri siswa sendiri yang ditunjukkan dengan penggunaan kata ganti aku untuk menyebut tokoh sedangkan dalam cerpen yang ditulis siswa tidak menggunakan nama diri siswa melainkan menggunakan nama lain untuk menyebut tokoh. Pelataran dalam pengalaman pribadi tercermin dalam cerpen yang ditulis siswa yaitu pada penggunaan latar tempat latar watu dan latar suasana yang sama antar pengalaman pribadi dan cerpen yang ditulis siswa. Sudut pandang yang digunakan siswa dalam pengalaman pribadi tercermin dalam sudut pandang yang digunakan siswa dalam cerpen yang ditulis siswa yaitu penggunaan sudut pandang akuan yang menunjukkan bahwa siswa menceritakan kisahnya sendiri. Dalam melaksanakan pembelajaran pemanfaatan pengalaman pribadi siswa dalam menulis cerpen siswa mengalami beberapa kesulitan. Kesulitan yang dihadapi siswa dalam memanfaatkan pengalaman pribadi siswa untuk menulis cerpen adalah siswa merasa malu untuk mengungkapkan pengalaman pribadinya siswa tidak dapat membuka atau mengawali cerpen siswa tidak dapat mengembangkan ide siswa tidak dapat menentukan judul yang tepat dan siswa tidak mampu memilih diksi yang tepat. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada guru untuk melaksanakan pembelajaran menulis cerpen dengan memanfaatkan pengalaman pribadi siswa. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengadakan penelitian tentang pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan sumber belajar yang berbeda. Bagi pembaca penelitian ini khususnya mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia dapat menggunakan penelitian ini sebagai sumber informasi tentang pembelajaran menulis cerpen dengan memanfaatkan pengalaman pribadi.