Skripsi
Studi tentang sarana dan prasarana pembelajaran pendidikan jasmani di MAN se Kabupaten Blitar / Noval Aulia Rahmawan
Abstrak
Salah satu faktor yang menunjang dan mencapai tujuan pendidikan jasmani adalah tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini ingin melihat realitas keberadaan sarana dan prasarana yang ada di MAN Se Kabupaten Blitar. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Dengan subyek penelitian MAN Se Kabupaten Blitar yang berjumlah tiga madrasah yaitu (1) MAN Wlingi (2) MAN Tlogo (3) MAN Kunir. Sampel yang digunakan yaitu seluruh populasi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif (rata-rata dan persentase). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut keberadaan sarana pembelajaran yang dimiliki di MAN Se Kabupaten Blitar yaitu (1) 84 4% memiliki sarana olahraga dan permainan tradisional (2) 77 8% memiliki sarana aktivitas pengembangan (3) 83 3% memiliki sarana aktivitas senam (4) 50% memiliki sarana aktivitas ritmik (5) 0%sarana akuatik karena seluruh MAN Se Kabupaten Blitar tidak ada yang memiliki (6) 77 8% memiliki sarana pendidikan luar kelas. Secara keseluruhan keberadaan sarana pembelajaran pendidikan jasmani di MAN Se Kabupaten Blitar adalah 76 17% dalam kriteria baik. Prasarana yang ada di MAN Se Kabupaten Blitar jika dilihat dan dibandingkan dengan standar umum prasarana menunjukkan bahwa dari tiga sekolah yaitu MAN Wlingi MAN Tlogo dan MAN Kunir hanya ada satu sekolah yang memiliki luas prasarana standar yaitu MAN Tlogo dengan luas 6393 m seedangkan luas standar umum prasarana adalah 2 700 m jadi MAN Tlogo dapat dikatakan madrasah yang memiliki prasarana yang standar karena luas prasarana yang dimiliki MAN Tlogo lebih besar dari pada luas standar umum prasarana. Sedangkan MAN Wlingi mempunyai luas prasarana 1227 m lebih kecil dari luas standar umum prasarana yaitu 2000 m dan MAN Kunir memiliki luas prasarana 379 22 m dapat dikatakan kurang standar karena luas prasarana yang dimiliki lebih kecil dari pada luas standar umum prasarana yaitu 2000 m .