Skripsi
Perbedaan abnormal return dan trading volume activity sebelum dan sesudah publikasi corporate governance perception index 2001-2005 / Aries Fauziah Rahmania
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah adanya survei tahun 1999 yang menunjukkan bahwa Indonesia dinilai sebagai salah satu negara terburuk dalam bidang penerapan corporate governance. Hal ini mendorong IICG dan SWA untuk melakukan pemeringkatan dan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan dalam usahanya untuk memenuhi kriteria-kriteria yang diukur dengan menggunakan elemen-elemen mengenai komitmen terhadap good corporate governance. Dengan adanya publikasi corporate governance perception index terdapat kemungkinan bahwa perusahaan yang menduduki peringkat tiga besar akan lebih baik daripada perusahaan yang berada pada tingkat bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana kondisi abnormal return dan trading volume activity pada perusahaan sampe yang pernah masuk peringkat 3 besar sebelum dan sesudah publikasi CGPI 2001 sampai dengan CGPI 2005. Serta apakah terdapat perbedaan abnormal return dan trading volume activity antara sebelum dan sesudah publikasi CGPI pada perusahaan yang pernah masuk peringkat 3 besar CGPI 2001 sampai dengan CGPI 2005. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi abnormal return dan trading volume activity pada perusahaan sampel sebelum dan sesudah publikasi CGPI dikelompokkan dalam tiga kategori yakni perusahaan dengan kondisi abnormal return dan trading volume activity baik sedang dan buruk. Selain itu dalam pengujian selanjutnya diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan abnormal return antara sebelum dan sesudah publikasi Corporate Goveranance Perception Index 2001 sampai 2005 serta terdapat perbedaan trading volume activity antara sebelum dan sesudah publikasi Corporate Goveranance Perception Index 2001 sampai 2005. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan agar perusahaan dapat lebih memahami konsep tentang good corporate governance dan mampu menerapkannya dalam perusahaan agar investor dalam melakukan analisis hendaknya tidak hanya menggunakan analisis atas abnormal return dan trading volume activity saja namun dapat menggunkan alat penilaian yang lain sehingga penelitian tersebut akan lebih bermanfaat dan agar peneliti selanjutnya dapat melakukan pengujian dengan menggunakan periode yang lebih panjang sehingga sampel yang diperoleh juga lebih banyak.