Skripsi
Penerapan cooperative learning model jigsaw dalam meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar siswa pada matadiklat pengukuran di SMK Negeri 1 Singosari / Didit Hermawan
Abstrak
Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi penelitian metode pengajaran yang masih umum digunakan oleh guru di SMK Negeri 1 Singosari adalah metode ceramah akibatnya siswa menjadi pasif dan bosan. Sehingga mereka malas untuk belajar dan dampaknya prestasi belajar siswa menjadi rendah. Dengan demikian untuk dapat lebih mengaktifkan siswa dan meningkatkan prestasi belajar perlu dilakukan varian dalam proses belajar mengajar misalnya dengan pendekatan pembelajaran kooperatif. Penelitian tindakan kelas (PTK) pembelajaran kooperatif model jigsaw ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktifitas dan prestasi belajar pengukuran siswa kelas I semester gasal di SMK Negeri 1 Singosari. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Oktober sampai November. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus dilaksanakan sebanyak 2X pertemuan siklus pertama dilaksanakan tanggal 2 9 Oktober 2007 sedangkan siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 20 27 November 2007 subyek penelitian adalah siswa kelas I AB 2 semester gasal SMK Negeri 1 Singosari. Jumlah siswa sebanyak 41 orang 35 laki-laki dan 6 perempuan. Data penelitian berupa peningkatan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa aktivitas belajar siswa diamati berdasarkan lima unsur dasar pembelajaran kooperatif yaitu interaksi tatap muka tanggung jawab individu saling ketergantungan positif ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompok dan evaluasi proses kelompok yang dikumpulkan dari hasil observasi melalui lembar observasi. Sedangkan prestasi belajar siswa didasarkan pada nilai tes prestasi belajar yang dilakukan setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan data aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yaitu rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 17 08% (tingkat kurang) 21 95% (tingkat sedang) 60 97% (tingkat baik) dan pada siklus II adalah 8 30% (tingkat kurang) 14 64% (tingkat sedang) dan 77 06% (tingkat baik). Perolehan skor rata-rata prestasi belajar siswa sebelum diajar menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah 79 22% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 75 61%. Setelah diajar menggunakan pembelajaran kooperatif model jigsaw perolehan skor rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 87 98% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 85 36% dan pada siklus II adalah 89 34% dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 95 12%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan penbelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan aktifitas belajar dan prestasi belajar siswa. Mengingat pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar siswa maka disarankan kepada guru matadiklat pengukuran agar menerapkan pendekatan ini pada materi selanjutnya.