Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis berita dengan menggunakan strategi hunter siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang / M. Fahrudin Siswanto
Abstrak
Masalah mendasar pada pembelajaran menulis berita di Kelas VIII SMP Negeri 13 Malang adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menulis berita. Penelitian ini dilaksanakan untuk memecahkan masalah pembelajaran menulis berita di kelas VIII SMP Negeri 13 Malang tersebut baik masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran maupun hasil pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis berita siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang dengan menggunakan strategi Hunter. Peningkatan kemampuan siswa ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis berita dari segi judul berita teras berita (lead) tubuh berita (body) dan penggunaan ejaan dan tanda baca yang sesuai. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Data penelitian ini berupa proses pembelajaran menulis berita dan hasil kemampuan menulis berita siswa dari segi 1) judul berita 2) teras berita (lead) 3) tubuh berita (body) serta 4) penggunaan ejaan dan tanda baca yang sesuai. Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIIIG SMP Negeri 13 Malang. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah pedoman wawancara siswa pedoman penilaian proses belajar siswa dan tes berupa tugas menulis berita berdasarkan temuan bahan berita yang termuat dalam rumusan jawaban pertanyaan 5W 1H (apa siapa kapan di mana mengapa dan bagaimana). Hasil penelitian pada tindakan siklus I diketahui bahwa tingkat kemampuan menulis berita siswa belum maksimal dari 38 siswa terdapat 11 siswa yang memperoleh skor di bawah 70 meskipun nilai rata-rata kelas telah mencapai 71 71. Setelah dilakukan analisis dan refleksi diketahui 1) siswa masih kesulitan dalam menentukan sumber berita 2) siswa merasa kesulitan dalam membuat judul dan 3) siswa merasa kesulitan meletakkan pokok-pokok informasi yang seyogyanya diletakkan pada teras berita (lead) dan pokok-pokok informasi yang seyogyanya diletakkan pada tubuh berita (body). Penyebab kendala yang timbul tersebut adalah informasi mengenai berita dan bagaimana cara menulis berita belum dikuasai siswa secara mendalam. Dari hasil analisis dan refleksi tindakan I perlu upaya perbaikan pada penyampaian materi (aspek pengertian/pemahaman (understanding) pada strategi Hunter) dan pemberian panduan pada kegiatan menulis berita secara berkelompok iii (aspek tuntunan (guided) pada strategi Hunter). Penerapan strategi Hunter pada tindakan I belum maksimal dalam meningkatkan kemampuan menulis berita siswa sehingga perlu dilakukan tindakan selanjutnya. Pada tindakan I siswa merasa belum mampu menguasai materi tentang berita dan bagaimana menulis berita karena hal tersebut dianggap sebagai hal baru. Siswa juga merasa belum mampu menyusun berita berdasarkan rumusan jawaban pertanyaan 5W 1H (apa siapa kapan di mana mengapa dan bagaimana) yang telah diperolehnya dari lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Pada tindakan II penerapan strategi Hunter dimaksimalkan. Penggunaan strategi Hunter pada tindakan II meliputi penerapan aspek 1) set (persiapan) 2) objective (sasaran tujuan) 3) input (masukan) 4) model (model contoh) 5) understanding (pengertian pemahaman) 6) guided (tuntunan) dan 7) independent (kemandirian). Dari ketujuh aspek strategi Hunter tersebut penerapan aspek pemberian pemahaman (understanding) dan tuntunan (guided) lebih ditekankan karena dua aspek tersebut sangat memengaruhi penerapan aspek kemandirian (independent) dalam kegiatan menulis berita siswa secara mandiri. Hasil yang diperoleh pada tindakan II ini adalah 4 siswa memperoleh nilai di bawah 70 dan 34 siswa memperoleh skor di atas 70. Nilai rata-rata kelas pada tindakan II ini 83 42 naik 11 71 dari nilai rata-rata kelas pada tindakan I. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan strategi Hunter dalam pembelajaran menulis berita (1) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis berita dari segi judul berita (2) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis berita dari segi teras berita (lead) (3) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis berita dari segi tubuh berita (body) dan (4) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis berita dari segi penggunaan ejaan dan tanda baca. Saran yang dapat dikemukakan adalah (1) hasil penelitian ini dapat digunakan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis berita siswa kelas VIII (2) hasil penelitian ini dapat mendorong peneliti selanjutnya untuk mengadakan penelitian terhadap penggunaan strategi Hunter dalam pembelajaran menulis sastra dan pembelajaran berbicara (3) hasil penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia dalam menambah wawasan tentang peningkatan kemampuan menulis berita dengan menggunakan strategi Hunter pada siswa kelas VIII.