UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perbedaan perkembangan sosial antara anak sulung dan anak bungsu di TK Perwanida Balongbendo Sidoarjo / Ruse Rahmawati Wulandari

Ruse Rahmawati Wulandari - Nama Orang;

Abstrak
Gerungan menyatakan bahwa perkembangan sosial anak dipengaruhi oleh status anak dalam keluarga apakah anak sulung tengah bungsu maupun anak tunggal. Perkembangan sosial anak baik sulung maupun bungsu dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Yang membedakan di antara keduanya adalah mereka memiliki karakteristik yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) tingkat perkembangan sosial anak sulung di TK Perwanida Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. (b) tingkat perkembangan sosial anak bungsu di TK Perwanida Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. (c) perbedaan perkembangan sosial antara anak sulung dan anak bungsu di TK Perwanida Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. Rancangan yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu perkembangan sosial. Subjek penelitian diambil sebanyak 20 anak yang terdiri dari 10 anak sulung dan 10 anak bungsu. Teknik yang digunakan untuk mengetahui keberadaan subjek penelitian adalah teknik purposive sample. Pengumpulan data menggunakan observasi selama enam hari yang dilakukan oleh penulis beserta guru kelas di TK Perwanida Balongbendo Sidoarjo. Analisis hasil penelitian ini menggunakan analisis Mann-Whitney Test. Hasil penelitian perkembangan sosial anak sulung sub variabel pola perilaku sosial memiliki kriteria cukup (70%) dan tinggi (30%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa anak sulung cukup baik perkembangan sosialnya. Sedangkan anak bungsu diketahui memiliki kriteria cukup (20%) tinggi (40%) dan sangat tinggi (40%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa anak bungsu baik perkembangan sosialnya. Perkembangan sosial anak sulung sub variabel pola perilaku tidak sosial memiliki kriteria cukup (20%) dan kurang(80%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa anak sulung baik perkembangan sosialnya. Sedangkan anak bungsu diketahui memiliki kriteria tinggi (10%) dan kurang (90%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa anak bungsu baik perkembangan sosialnya. Tampilan p-value dari SPSS adalah untuk uji dua sisi (two tail) sehingga untuk uji satu sisi dibagi dua menjadi 0 045/ 2 0 0225. Karena p-value 0 0225 lebih kecil dari 945 0 05 maka Ho N1 8804 N2 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan sosial antara anak sulung dan anak bungsu. Implementasi lebih jauh dari penelitian ini adalah pihak TK terutama guru kelas/konselor bersama kepala TK dan orang tua agar dapat memperhatikan perkembangan sosial anaknya. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah subyek penelitian sehingga perbedaan perkembangan sosial antara anak sulung dan anak bungsu akan lebih nampak.


Informasi Detail
DDC
Rs 155.234 RUS p
Prodi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Bimbingan dan Konseling, 2007.
Deskripsi Fisik
viii, 93 hlm : il. : tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00400/KI/08
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2007
Subjek
1. ANAK - SOSIAL, PERKEMBANGAN
Pembimbing
1. FI. SOEKARMAN ; 2. HARIYADI KUSUMA
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik