Skripsi
Pengaruh pembelajaran metode siklus belajar (learning cycle) berbasis konstruktivistik terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang / Dwi Sulistyandari
Abstrak
Metode pembelajaran siklus belajar (learning cycle) merupakan salah satu model pembelajaran yang mengacu pada teori konstruktivisme. Pembelajaran dengan metode siklus (learning cycle) dapat mengembangkan atau memperkaya konsep-konsep yang telah dimiliki siswa sebagai bekal awal kognisinya. Belajar dengan metode pembelajaran siklus (learning cycle) dapat membuat siswa aktif dan memungkinkan siswa belajar mandiri. Menurut Dasna (2005 13.1-13.2) model siklus belajar (learning cycle) pada mulanya juga terdiri dari 3 fase yaitu eksplorasi pengenalan konsep dan penerapan konsep.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran siklus (learning cycle) berbasis konstruktivistik terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 9 Malang.Penelitian Amrulloh (2005) dan Maryani (1999) menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran siklus (learning cycle) meningkatkan prestasi belajar. Berdasarkan kesimpulan dan saran dari kedua peneliti maka dilakukan kembali pada variabel sampel dan materi yang berbeda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental desing. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil pengambilan sampel didapat kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol dimana kedua kelas tersebut sebelumnya mendapatkan pengajaran metode konvensional (ceramah dan tanya jawab). Uji coba instrumen melipiuti uji validitas taraf kesukaran daya beda dan uji reabilitas. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis hipotesis. Analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini antara lain penyajian data dengan tabel perhitungan mean median nilai maximum nilai minimum standar deviasi. Analisis hipotesis untuk mengetahui rata-rata nilai (skor) sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan uji normalitas uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil uji normalitas sebaran data gain skor prestasi belajar kelompok kontrol didapatkan nilai KS-Z sebesar 1 114 (signifikasi 0 167 0 05). Nilai KS-Z sebaran data gain score Prestasi Belajar akuntansi kelompok eksperimen adalah 0 983 (signifikasi 0 298 0 05). Kedua sebaran data memiliki nilai signifikasi di atas 0 005 maka dapat di simpulkan bahwa kedua sebaran data adalah normal. Hasil uji homogenitas didapatkan nilai F hitung levenne sebesar 0 772 dengan df1 1 dan df2 72 maka nilai F tabel sebesar 3 98 pada taraf 5%. Oleh karena F empirik/hitung lebih kecil dari F teoritik maka kita simpulkan bahwa harga F empirik tidak signifikan yang berarti bahwa harga varian dalam masing-masing kelompok data adalah homogen. Dari hasil Uji t didapatkan nilai t hitung adalah 4 810 (nilai mutlak) dengan df 72 pada taraf signifikasi 5% didapatkan nilai t-tabel sebesar 3 98. Oleh karena t-hitung sebesar 4 207 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 3 98. maka menunjukkan bahwa Prestasi Belajar akuntansi siswa kelompok kontrol berbeda dengan kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran akuntansi dengan metode siklus (learning cycle) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehingga patut kiranya metode pembelajaran siklus (learning cycle) dapat diterapkan mata pelajaran akuntansi sebagai alternatif dari metode yang bisa dipakai dalam pembelajaran akuntansi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan penerapan metode pembelajaran siklus (learning cycle) terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi.