UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Studi lapangan pelaksanaan konstruksi dinding penahan tanah (retaining wall) pada pembangunan gedung convention hall di Universitas Negeri Malang / Yoyok Suwiknyo

Yoyok Suwiknyo - Nama Orang;

Abstrak
Dinding penahan tanah (retaining wall) merupakan suatu dinding penahan untuk mencegah suatu kelongsoran pada daerah yang mengalami perbedaan tinggi. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan konstruksi dinding penahan tanah yaitu tentang metode penulangan pengecoran bekisting pengecoran dan perawatan beton setelah pengecoran. Manfaat dari studi lapangan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dalam pengajaran dalam bidang Teknik Sipil tentang dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah dapat ditinjau dari tiga kategori dasar yaitu dinding gravitasi (gravity wall) dinding rusuk penguat (counterfort wall) dinding konsol (cantilever wall). Studi lapangan ini dilaksanakan pada proyek pembangunan Convention Hall di Universitas Negeri Malang jl. Surabaya No 6 Malang. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi tanya jawab dokumentasi (foto) dan dokumen pekerjaan (RKS dan RAB). Dari hasil studi lapangan disimpulkan bahwa jenis dinding penahan tanah (retaining wall) pada proyek ini dilihat dari fungsi dan ukuran merupakan dinding penahan konsol (cantilever wall). Pada pekerjaan pembesian dinding penahan tanah (retaining wall) ini dilaksanakan di lapangan. Tulangan yang dipakai untuk dinding penahan tanah (retaining wall) ini adalah dengan tulangan polos 12 dan tulangan ulir D 13 mm. Penulangan dinding penahan ini tidak menggunakan beugel tetapi menggunakan kursen. Pelaksanaan bekisting menggunakan bahan yang meliputi kayu dengan ukuran 5/7 dan 6/12 serta triplek dengan tebal 10 mm. Alat yang akan digunakan antara lain adalah palu paku pensil meteran unting-unting dan gergaji. Pada proyek ini pengecoran dilakukan dengan menggunakan Readymix yang langsung didatangkan dari perusahaan SPU Mix dengan mutu beton K 225. Teknis pengecoran dengan cara manual yaitu tenaga manusia dengan menggunakan timba atau ember untuk menuangkan kedalam bekisting. Pe Berdasarkan studi ini dapat disarankan dalam pelaksanaan pekerjaan dinding penahan tanah (retaining wall) untuk penggunaan besi tulangan hendaknya diperhatikan dalam pemilihan dan penggunaannya dalam pembuatan dan pembongkaran bekisting harus lebih hati-hati dalam memperhitungkan penggunaan penyangga pada bekisting dalam pengecoran jika menggunakan cara manual harus lebih cepat dan lebih hati-hati karena pendistribusian adonan beton ke bekisting membutuhkan waktu dan adanya kemungkinan tercecer dan sebaiknya perawatan beton yang dilakukan setelah pengecoran lebih maksimal yaitu menyiram air pada permukaan beton.


Informasi Detail
DDC
Rp 690.12 YOY s
Prodi
Tugas Akhir (Diploma)--Universitas Negeri Malang. Program Teknik Sipil dan Bangunan, 2008.
Deskripsi Fisik
vii, 72 hlm. : il. : tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00569/KI/08
Edisi
Tugas Akhir (D3 Teknik Sipil dan Bangunan)--Universitas Negeri Malang, 2008
Subjek
1. DINDING PENAHAN TANAH - KONSTRUKSI
Pembimbing
1. PRIJONO BAGUS SUSANTO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik