Skripsi
Hubungan antara kontrol diri, kegemaran bermain play station dan perilaku agresif siswa SMP Negeri 4 Malang / Trias Endarti
Abstrak
Berbagai manifestasi perilaku agresif seperti memukul mengumpat perkelahian antar pelajar sampai pada tindak kriminal dengan adanya korban yang mengalami luka sampai mengakibatkan korban jiwa merupakan gejala yang memprihatinkan semua pihak baik bagi orang tua pendidik konselor maupun pemerintah. Agresif merupakan serangan tindak permusuhan terhadap orang atau obyek lain sehingga menimbulkan kerusakan atau kerugian serangan dapat dengan cara-cara fisik (misalnya memukul menendang melempar) atau verbal (mengumpat omongan kotor). Penyebab timbulnya perilaku agresif dalam penelitian ini adalah kontrol diri dan kegemaran bermain play station. Kegemaran bermain play station adalah kecenderungan remaja untuk lebih menyukai semua jenis permainan play station sedangkan kontrol diri adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri kemampuan untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atau tingkah laku impulsif. Dalam kontrol diri menurut Averill terdapat tiga aspek yang tercakup di dalamnya yaitu (1) kontrol perilaku (behavior control) (2) kemampuan mengontrol kognisi (cognitive control) (3) kemampuan mengontrol keputusan (decision control). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) deskripsi kontrol diri siswa SMP Negeri 4 Malang (2) deskripsi kegemaran bermain play station siswa SMP Negeri 4 Malang (3) deskripsi perilaku agresif siswa SMP Negeri 4 Malang ( 4) varian kontrol diri dan kegemaran bermain play station mampu atau tidak menjelaskan perilaku agresif (5) varian terkuat untuk menentukan perilaku agresif. Hipotesis dalam penelitian ini adalah varian perilaku agresif mampu dijelaskan oleh varian kontrol diri dan kegemaran bermain play station. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional karena bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri kegemaran bermain play station dan perilaku agresif siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Malang kelas VII sebanyak 240 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 120 siswa (50%). Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster-random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan berupa angket perilaku agresif angket kontrol diri dan angket kegemaran bermain play station. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis persentase untuk mengetahui gambaran kontrol diri kegemaran bermain play station dan perilaku agresif serta teknik analisis regresi untuk mengetahui hubungan antara tiga variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kontrol diri yang tergolong sedang sebagian besar siswa memiliki kegemaran bermain playstation yang tergolong sedang dan sebagian besar siswa mempunyai perilaku agresif yang tergolong sedang pula. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa H1 diterima yang berarti varian kontrol diri dan kegemaran bermain play station mampu menjelaskan varian perilaku agresif dengan taraf signifikansi sebesar 0 000. Dari kedua prediktor varian kontrol diri lebih berpengaruh terhadap perilaku agresif daripada varian kegemaran bermain play station. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh beberapa saran yang diajukan adalah (1) Kepala sekolah hendaknya menghimbau kepada guru dan konselor agar lebih memperhatikan perilaku siswa di dalam maupun di luar kelas terutama berkenaan dengan perilaku agresif siswa. Guru dan konselor diharapkan dapat membantu siswa yang mempunyai kecenderungan berperilaku agresif untuk dapat menyalurkan bakat dan minatnya melalui kegiatan yang positif misalnya melalui kegiatan ekstrakurikuler bela diri pramuka dan lain-lain. (2) Konselor sebagai guru pembimbing di sekolah perlu memberikan layanan bimbingan pada siswa baik bimbingan pribadi sosial belajar ataupun karier. Layanan-layanan bimbingan yang perlu diberikan konselor kepada siswa diharapkan mengacu pada usaha peningkatan kontrol diri siswa yang rendah maupun sedang akan tetapi bagi siswa yang memiliki kontrol diri tinggi tidak diabaikan begitu saja oleh konselor. Konselor juga perlu memberikan bimbingannya agar kontrol diri siswa yang tinggi tetap terpelihara. Konselor dalam memberikan layanan bimbingan diharapkan dapat membantu siswa yang memiliki kontrol diri rendah dengan memberikan informasi tentang pentingnya pengendalian diri dalam menjaga emosi yang berdampak pada perkataan perilaku dan pikiran yang negatif. Konselor juga dapat mengadakan kegiatan bimbingan kelompok tentang cara meningkatkan dan memelihara kontrol diri atau kegiatan bertukar pendapat (sharing) antara siswa yang memiliki kontrol diri rendah dan siswa yang memiliki kontrol diri tinggi atau sedang tentang bagaimana cara siswa-siswa tersebut mengendalikan diri sehingga diharapkan siswa yang memiliki kontrol diri rendah/sedang dapat meningkatkan kontrol dirinya dan siswa yang mempunyai kontrol diri tinggi dapat memeliharanya dengan baik. Dengan demikian diharapkan pula perilaku agresif siswa dapat menurun. Konselor juga diharapkan dapat memberikan bimbingan kepada siswa agar dapat menyalurkan kegemaran bermain play station pada kegiatan yang lebih positif misalnya mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah sehingga waktu yang dimiliki siswa tidak terbuang sia-sia. Bakat serta minat siswa dapat tersalurkan dengan baik sehingga siswa dapat melakukan kegiatan yang produktif. Konselor diharapkan pula memberikan informasi tentang dampak negatif dari seringnya bermain play station serta cara positif memanfaatkan waktu luang. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengadakan penelitian dengan topik yang sama diharapkan dapat menambahkan materi-materi dalam instrumen yang digunakan sehingga data hasil penelitian dapat lebih akurat kemudian hendaknya dilakukan uji metodologi instrumen agar instrumen yang digunakan dapat lebih valid. Peneliti juga diharapkan dapat mengembangkan populasi atau wilayah penelitiannya.