Skripsi
Pola kalimat bahasa Indonesia dalam karangan siswa kelas VI Sekolah Dasar Laboratorium Universitas Negeri Malang / Umi Sahidah
Abstrak
Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi manusia. Bahasa mengalami perkembangan sesuai dengan tingkatan usianya. Salah satu unsur bahasa adalah kalimat. Kalimat digunakan seseorang untuk mengungkapkan ide gagasan dan perasaannya. Secara sadar atau tidak kalimat yang diujarkan mengikuti pola-pola tertentu. Kalimat-kalimat yang berkoherensi akan membentuk sebuah karangan. Mengarang merupakan kegiatan untuk mengungkapkan isi dan perasaan penulis kepada pembaca. Mengingat kemampuan berbahasa siswa kelas VI berada dalam tahap akhir pendidikan dasar sehingga perlu diketahui perkembangannya maka penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan pola kalimat yang terdapat dalam karangan siswa berdasarkan jumlah klausa. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kalimat tunggal dalam karangan siswa pola kalimat majemuk dalam karangan siswa tingkat keseringan penggunaan pola kalimat berdasarkan jumlah klausanya dalam karangan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian adalah kalimat dalam karangan siswa kelas VI dan sumber datanya adalah karangan siswa kelas VI Sekolah Dasar. Adapun jumlah siswa adalah 45 orang. Data dikumpulkan peneliti sebagai instrumen kunci dibantu guru kelas dengan cara memberikan tugas mengarang kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan pola-pola kalimat berdasarkan jumlah klausanya. Hasil penelitian ini dapat dipaparkan sebagai berikut. Pola-pola kalimat yang digunakan dalam karangan siswa berdasarkan jumlah klausanya adalah pola kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Pola kalimat tunggal terbagi menjadi dua. Pertama pola kalimat tunggal berpredikat verba. Pola kalimat tunggal berpredikat verba yang digunakan dalam karangan siswa adalah pola kalimat tunggal intransitif pola kalimat tunggal ekatransitif pola kalimat tunggal dwitransitif dan pola kalimat tunggal semitransitif. Kedua pola kalimat tunggal berpredikat nonverba. Pola kalimat tunggal berpredikat nonverba yang digunakan dalam karangan siswa adalah pola kalimat tunggal berpredikat nomina pola kalimat tunggal berpredikat adjektiva pola kalimat tunggal berpredikat numeralia dan pola kalimat tunggal berpredikat preposisi. Adapun pola kalimat majemuk yang digunakan dalam karangan siswa terbagi menjadi tiga. Pertama kalimat majemuk setara. Pola kalimat majemuk setara yang digunakan dalam karangan siswa adalah kalimat majemuk setara hubungan penambahan kalimat majemuk setara hubungan perlawanan dan kalimat majemuk setara hubungan pemilihan. Kedua pola kalimat majemuk bertingkat. Pola kalimat majemuk bertingkat yang digunakan dalam karangan siswa adalah pola kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan berstatus sebagai atribut subjek pola kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan berstatus sebagai objek pola kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan berstatus sebagai pelengkap dan pola kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan berstatus sebagai sumbu keterangan. Ketiga pola kalimat majemuk campuran. Pola kalimat majemuk campuran yang digunakan dalam karangan siswa adalah kalimat majemuk campuran satu klausa atasan dan dua atau lebih klausa bawahan dan Pola kalimat majemuk campuran dua atau lebih klausa atasan dan satu klausa bawahan. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis mengajukan saran untuk guru mata pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar peneliti selanjutnya dan pengembang kurikulum. Kepada guru mata pelajaran disarankan untuk lebih banyak memberikan latihan keterampilan menulis dengan memperhatikan teknik penulisan memberikan contoh atau model kalimat yang bervariasi sehingga siswa juga dapat membuat kalimat yang bervariasi serta memperluas perbendaharaan kata. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang serupa untuk bahan perbandingan. Untuk pengembang kurikulum diharapkan memberikan porsi yang memadai dalam kurikulum untuk mempelajari kalimat.