UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Perbandingan antara penulangan plat wremesh (jaringan kawat baja las) dan plat konvensional (baja lunak) ditinjau dari segi pelaksanaan dan analisa efisiensi anggaran biaya / Rizqiyah

Rizqiyah - Nama Orang;

Abstrak
Banyak hal baru dalam metode pelaksanaan konstruksi seperti pada pekerjaan penulangan dimana tulangan dibuat secara pabrikasi. Melihat pentingnya pekerjaan penulangan maka pengetahuan tentang perencanaan dan pelaksanaannya perlu juga dicermati guna mendapatkan hasil yang lebih baik. Pembangunan Bank Shinta inilah yang dijadikan tempat studi lapangan untuk Proyek Akhir. Plat lantai merupakan konstruksi beban yang langsung menerima dan menahan beban diatasnya baik beban yang bersifat tetap maupun beban yang bersifat sementara. Biasannya agar struktur plat lebih kuat menerima suatu beban pada jarak-jarak tertentu diberi balok anak sebagai pengikat yang besarnyaditentukan menurut perhitungan berdasarkan fungsi dari bangunan itu sendiri. Jaringan Kawat Baja Las (JKBL) adalah suatu bahan penulangan dari baja berbentuk prefab untuk digunakan di dalam beton bertulang yang tersedia dengan berbagai ukuran dalam lembaran atau gulungan. JKBL terbuat dari kawat baja bulat rata dan keras. Kawat-kawat itu dilas secara bersamaan dengan menggunakan mesin las otomatis yang menjamin jarak antar-kawat seragam dan luas penampang melintangnya konsisten. Penelitian ini bersifat membandingkan antara penggunaan plat sistem wire mesh dan plat konvensional. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data-data yaitu wawancara observasi dan dokumentasi (foto-foto). Hasil penelitian yang didapat dari perbandingan efisiensi analisa harga satuan dan waktu antara pelaksanaan plat sistem wire mesh dan plat sistem konvensional lebih lama pelaksanaan plat konvensional dan lebih besar voleme plat konvensional daripada wire mesh dengan ketentuan jumlah jam kerja dan tenega kerja yang sama. Berdasarkan metode pelaksanaan penulangan diatas terlihat bahwa jenis kegiatan yang dilakukan untuk pekerjaan wire mesh lebih banyak daripada pelaksanaan penulangan konvensional. Namun tidak dengan hasil analisa efisiensi harga yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan penulangan dengan luasan yang sama dengan sistem wire mesh dibutukan analisa yang lebih sedikit dan lebih murah. Dari hasil perhitungan efisiensi diatas dapt dilihat bahwa penggunaan tulangan wire mesh lebih hemat dan cepat pengerjaannya daripada tulangan biasa (konvensional). Maka penulis disarankan agar bangunan-bangunan yang memiliki lantai bertingkat banyak menggunakan plat wire mesh daripada plat konvensional.


Informasi Detail
DDC
Rp 693.5 RIZ p
Prodi
Tugas Akhir (Diploma)--Universitas Negeri Malang. Program D3 Teknik Sipil dan Bangunan, 2008.
Deskripsi Fisik
vii, 76 hlm. : il. : tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01005/KI/08
Edisi
Tugas Akhir (D3 Teknik Sipil dan Bangunan)--Universitas Negeri Malang, 2008
Subjek
1. BETON BERTULANG - PLAT
Pembimbing
1. BOEDYA DJATMIKO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik