Skripsi
Pengaruh lesson study terhadap ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Jerman kelas X SMA Laboraturium UM Malang / Jeki Purnami
Abstrak
ABSTRAK Purnami Jeki. 2008. Pengaruh Lesson Study Terhadap Ketuntasan Belajar Mata Pelajaran Bahasa Jerman Siswa Kelas X SMA Laboratorium UM Malang. Skripsi Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Herri Akhmad Bukhori M.A M.Hum Kata Kunci Lesson Study Ketuntasan Belajar. Banyak usaha yang di lakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia diantaranya adalah menyempurnakan kurikulum meningkatkan fasilitas pengajaran di tiap-tiap sekolah serta meningkatkan kompetensi guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar. Dari hasil pengamatan selama praktik mengajar di SMA Laboratorium UM Malang diketahui sekolah ini sedang mengembangkan sebuah kegiatan yang bernama Lesson Study. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi guru. Guru yang semakin berkompeten diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa sehingga dapat memenuhi target ketuntasan belajar sesuai dengan Standar Kemampuan Minimal ( SKM) yang telah ditetapkan untuk setiap matapelajaran yakni 7 5. Pada akhirnya rangkaian proses Lesson Study ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Lesson Study terhadap ketuntasan belajar siswa. Pengaruh ini ditandai dengan ada tidaknya perbedaan nilai ketuntasan belajar antara siswa yang mendapatkan Lesson Study dan yang tidak mendapatkan Lesson Study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Laboratorium UM Malang. Dengan asumsi kemampuan rata-rata tiap kelas setara maka peneliti menggunakan random sampling dalam menentukan sampel dan hasilnya dapat digunakan untuk mewakili populasi. Dalam penelitian ini kelas X-4 menjadi kelas eksperimen dan Kelas X-2 menjadi kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah The static group comparison Randomized control-group only design yakni membandingkan 2 kelompok dengan satu kali pengukuran. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dokumentasi pemberian perlakuan dan pemberian tes kemudian data dianalisis menggunakan rumus t- test Independent Sample. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai rata-rata kemampuan awal kelas eksperimen adalah 74.2581 dengan jumlah siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 14 orang sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata kemampuan awal adalah 73.00 dengan jumlah siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 13 orang. Setelah kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi perlakuan dan diberi post test diketahui nilai rata- rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yakni 80.774194 73.06667. Siswa yang tidak tuntas belajar di kelas ekperimen sejumlah 4 orang sedangkan pada kelas kontrol sejumlah 13 siswa. Dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang tidak tuntas di kelas eksperimen lebih sedikit dibandingkan kelas kontrol (4