Tugas Akhir
Perancangan usaha kafe triple A (3A) di Jalan MT. Haryono No. 120 Malang / Syawaluddin
Abstrak
Bisnis Kafe dewasa ini semakin tumbuh dab berkembang di Indonesia. Hal ini terbukti dari banyaknya kafe yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berbagai jenis kafe telah hadir yang tentunya memiliki bermacam-macam konsep dan penawaran aneka makanan dan minuman yang di berikan. Dengan melihat prospek usaha kafe kedepan yang sangat bagus maka peneliti merancang sebuah usaya yaitu pendirian Kafe Triple A sebagai suatu usaha kafe karena dilihat dari jenis usahanya berbeda dengan usaha yang sudah ada dan sesuai dengan hasil survei yang dilakukan didaerah MT. Haryono dan Gajahyana. Ternyata banyak masyarakat yang menyukai minuman campuran (moktail). Perancangan ini diawali dengan pelaksanaan analisis SWOT meliputi identifikasi mengenai kekuatan kelemahan tantangan dan peluang yang dimiliki oleh Kafe Triple A. Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan Kafe Triple A cukup layak dan memiliki peluang yang cukup baik untuk mendirikan kafe. Kafe yang akan didirikan dianalisis dari beberapa aspek antara lain aspek pemasaran aspek teknis dan produksi aspek SDM dan aspek keuangan. Hasil analisis Kafe Triple A menetapkan konsep Kafe yang akan diterapkan adalah sebagai tempat ngumpul. Menu yang akan dijual adalah aneka makanan kecil (snack) dan minuman juga menjual minuman campuran non alkohol (moktail) yang merupakan minuman khas dari Kafe Triple A. Harga makanan yang dijual berkisar antara Rp 1.000 00 Rp 6.500 00. Sistem pelayanan yang diterapkan adalah American service. Pengelolaan Kafe Triple A dilakukan oleh karyawan yang telah direkrut dan memiliki keahlian dibidangnya masing-masing. Berdasarkan hasil perancangan disimpulkan (1) penentuan segementasi pasar berdasarkan usia pekerjaan penghasilan dan gaya hidup konsumen (2) pelayanan dibagi menjadi 2 bagian yaitu proses produksi dan pelayanan kafe Kafe Triple A menerapkan American service (3) Kafe Triple A menerapkan sistem pengupahan berdasarkan evaluasi pekerjaan dengan sistem peringkat/rangking yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab setiap karyawan pada sectionnya masing-masing untuk meminimalisir jumlah karyawan sehingga biaya gaji karyawan dapat ditekan dan (4) sumber modal untuk mendukung operasional kafe diasumsikan berasal dari pemilik usaha (modal pribadi) dan bantuan dari keluarga. Keuangan yang dilihat dari BEP didapatkan sebesar 3.108 11 unit atau Rp 70.778.294 5 per tahun sedangkan BEP dalam satu bulan sebesar 259 unit atau Rp 5.898.191 21 sehingga dapat diketahui investasi yang diinginkan dapat kembali pada masa 1 tahun 7 bulan.