Skripsi
Penerapan model siklus belajar (learning cycle) untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar materi pokok perubahan fisika dan perubahan kimia (reaksi kimia) siswa kelas VIII semester 1 SMP Negeri 4 Malang / Ukhwatul Muanisah
Abstrak
Model siklus belajar merupakan salah satu model pembelajaran yang berbasis pada paradigma pembelajaran konstruktivistik. Model siklus belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah engagement exploration explanation extention/elaboration dan evaluation (LC-5E). Masing-masing tahapan LC-5E menuntut siswa untuk lebih aktif menggali dan memperkaya pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang dipelajari sehingga secara teoritis model pembelajaran ini dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas proses dan hasil belajar siswa SMPN 4 Malang yang diajar dengan model siklus belajar dengan kualitas proses dan hasil belajar siswa yang diajar secara konvensional untuk materi pokok perubahan fisika dan perubahan kimia (reaksi kimia). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa semester 1 kelas VIII-A sampai dengan VIII-F pada tahun pelajaran 2007/2008 dengan jumlah siswa 276 orang sedangkan sampelnya dipilih dua kelas secara acak dengan jumlah siswa masing-masing kelas 46 orang yang terdiri dari kelas eksperimen dengan menggunakan model siklus belajar dan kelas kontrol dengan menggunakan metode ceramah. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif digunakan untuk mengungkapkan keterlaksanaan pembelajaran keaktifan persepsi dan minat siswa terhadap pelajaran kimia dan model siklus belajar dan analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji-t yang sebelumnya telah diuji normalitas dan homogenitasnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2007 sampai dengan bulan Januari 2008 di SMPN 4 Malang sebanyak empat kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas proses pembelajaran siswa yang diajar dengan model siklus belajar lebih baik (86 96% aktif 13 04% cukup aktif serta 0% kurang aktif) dibandingkan dengan siswa yang diajar secara konvensional (69 57% aktif 26 09% cukup aktif serta 4 35% kurang aktif). Hasil belajar siswa yang diajar dengan model siklus belajar juga lebih baik (nilai rata-rata kognitif 83 74 dan nilai psikomotorik 89 13% baik 10 87% cukup) dibandingkan dengan siswa yang diajar secara konvensional (nilai rata-rata kognitif 75 39 dan nilai psikomotorik 13 04% baik 86 96% cukup). Persepsi dan minat siswa terhadap pelajaran IPA-Kimia dan model siklus belajar sangat positif karena siswa merasa tertarik mengikuti pembelajaran serta lebih memahami materi yang dipelajari.