UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Isolasi kitosan dari kulit udang windu (Penaeus Monodon) dan aplikasinya sebagai adsorben krom limbah cair industri penyamakan kulit / Fany Wicah Yadhi

Yadhi, Fany Wicah - Nama Orang;

Abstrak
Kitosan merupakan kitin yang dihilangkan gugus asetilnya dengan menggunakan basa kuat. Kitosan memiliki lebih banyak kandungan nitrogen dari pada kitin. Gugus amina dan hidroksil menjadikan kitosan bersifat lebih aktif dan bersifat polikationik. Salah satu fungsi kitosan digunakan sebagai adsorben logam berat pada proses industri penyamakan kulit yang menggunakan bahan penyamak krom sehingga dihasilkan limbah yang mengandung krom. Konsentrasi krom yang paling banyak terdapat dalam bak pengolahan pertama yaitu bak limbah penyamakan asam dan basa. Konsentrasi krom dalam limbah juga dapat diturunkan dengan cara adsorpsi. Adsorpsi krom(III) dilakukan dalam waktu kontak tertentu. Waktu kontak antara adsorbat dengan adsorben dalam limbah adalah waktu yang diperlukan ketika terjadi interaksi antara adsorben dengan adsorbat. Interaksi antara adsorben dengan adsorbat yang maksimum merupakan waktu kontak efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen kitosan hasil deasetilasi kitin dari kulit udang windu (Penaeus monodon) yang menggunakan NaOH 40% persentase penurunan konsentrasi krom(III) dan waktu kontak efektif kitosan tersebut untuk sampel laboratorium dan sampel limbah cair industri penyamakan kulit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium jurusan kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Kitin diisolasi dari kulit udang windu (penaeus monodon) dengan cara deproteinasi dan demineralisasi. Kitin yang dihasilkan diasetilasi menjadi kitosan dengan menambah NaOH 40% dan dipanaskan pada suhu 90-95 C selama 30 menit. Kitosan yang diperoleh diuji bilangan gelombangnya menggunakan FTIR dan digunakan sebagai adsorben krom sampel laboratorium (larutan CrCl3.6H2O) dan sampel limbah cair asam dan basa dari bak penyamakan kulit. Variasi waktu kontak yang digunakan pada sampel laboratorium 0 15 45 75 dan 105 menit sedangkan untuk sampel limbah menggunakan variasi waktu kontak 0 45 75 105 dan 135 menit. Konsentrasi krom(III) diukur dengan SSA pada panjang gelombang 357 52 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen kitosan (5 817 gram) hasil deasetilasi kitin (10 gram) dari kulit udang windu (Penaaeus monodon) (60 gram) yang menggunakan NaOH 40% sebesar 58 17%. Persentase penurunan konsentrasi Cr(III) maksimum setelah diadsorpsi kitosan untuk sampel laboratorium adalah 82 08% dan untuk sampel limbah cair asam pada bak penyamakan kulit adalah 70 23%. Waktu kontak yang paling efektif dalam adsorpsi Cr(III) oleh kitosan adalah 75 menit untuk sampel laboratorium dan 105 menit untuk sampel limbah cair asam dari bak penyamakan kulit.


Informasi Detail
DDC
Rs 661.0532 YAD i
Prodi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2008.
Deskripsi Fisik
viii, 86 hlm : il. : tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01228/KI/08
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2008
Subjek
1. KROM DALAM LIMBAH PENYAMAKAN KULIT
Pembimbing
1. FARIATI ; 2. DERMAWAN AFANDY
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik