Skripsi
Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswa di SMK PGRI Pakisaji / Wahyu Ekowati
Abstrak
ABSTRAK Ekowati Wahyu. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya dan Menjawab Siswa di SMK PGRI Pakisaji. Skripsi Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dyah Ayu Wardhani M.Si Ak (II) Sri Pujiningsih SE M.Si Ak Kata kunci Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) Kemampuan Bertanya Kemampuan Menjawab. Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan di SMK PGRI Pakisaji Malang diketahui bahwa metode pembelajaran yang diterapkan masih menggunakan metode ceramah dan latihan soal. Metode pembelajaran semacam ini membuat siswa kurang semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada saat proses belajar mengajar siswa tampak bosan mengantuk sering tidak memperhatikan penjelasan guru dan siswa cenderung menyontek hasil pekerjaan temannya dalam mengerjakan latihan soal karena kurangnya tanggung jawab individu yang dimilikinya. Siswa cenderung pasif dalam bertanya dan menjawab. Model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk lebih mengaktifkan siswa salah satunya adalah model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) atau Dua Tinggal Dua Tamu. Model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu merupakan model pembelajaran kooperatif yang memungkinkan siswa untuk saling bekerjasama dalam membelajarkan satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan bertanya dan menjawab siswa kelas X-A Akuntansi di SMK PGRI Pakisaji Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian tindakan kelas peneliti terlibat langsung dalam seluruh proses penelitian mulai dari perencanaan pelaksanaan hingga pelaporan data. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-A Akuntansi di SMK PGRI Pakisaji Malang yang terdiri dari 28 siswa pada pokok bahasan Akuntansi Perusahaan Dagang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persentase peningkatan skor hasil kemampuan bertanya dan menjawab tiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab. Persentase nilai rata-rata untuk kemampuan bertanya meningkat 5 51% dari 67 16% menjadi 72 67% sedangkan persentase nilai rata-rata untuk kemampuan menjawab meningkat 6 37% dari 78% menjadi 84 37%. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab siswa di SMK PGRI Pakisaji. Berdasarkan hasil penelitian disarankan beberapa hal sebagai berikut. Pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) baik digunakan sebagai alternatif pembelajaran karena mengandalkan kemampuan siswa untuk berinteraksi dengan temannya dalam membantu menguasai materi pelajaran. Pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) juga membantu siswa untuk memiliki beberapa keterampilan sosial seperti bekerjasama berbagi tugas mendengarkan pendapat orang lain menghargai pendapat orang lain kemampuan bertanya dan lain-lain yang sangat jarang diberikan dalam penerapan pembelajaran tradisional. Untuk penelitian selanjutnya hendaknya peneliti membuat 2 LKS agar dapat menilai apakah dengan adanya kegiatan bertamu dapat meningkatkan hasil kerja masing-masing kelompok. Hendaknya guru tidak terlalu mendominasi pembelajaran (Teacher Center) sehingga siswa dapat lebih aktif dalam bertanya dan menjawab pada saat proses belajar mengajar. Untuk dapat lebih meningkatkan persentase kemampuan bertanya dan menjawab hendaknya guru dapat menambah alokasi waktu pada saat berdiskusi sehingga siswa mendapat lebih banyak kesempatan dalam bertanya dan menjawab.