Tugas Akhir
Studi pelaksanaan pekerjaan pelat lantai pada bagian drop-off yang menggunakan model tulangan rangkap pada proyek pembangunan gedung bank Shinta Malang / Ali Irfan
Abstrak
ABSTRAK Irfan Ali. 2008. Studi Pelaksanaan Pekerjaan Pelat Lantai pada bagian Drop-off yang menggunakan Model Tulangan Rangkap pada Proyek Pembangunan Gedung Bank Shinta Malang. Proyek Akhir Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan Jurusan Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Prijono Bagus Susanto S.T. M.T. Kata Kungi pelat lantai drop-off tulangan rangkap. Seiring dengan perkembangan zaman saat ini serta dengan kondisi lahan yang semakin sempit maka pada saat ini konsep bangunan lebih banyak yang menggunakan bangunan bertingkat. Hal ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi ketersediaan lahan tersebut. Bangunan bertingkat tidak bisa lepas dari penggunaan pelat lantai sebagai pemisah ruangan secara mendatar. Pelat lantai terdiri dari bermacam-macam bila ditinjau dari lataknya salah satunya adalah pelat lantai pada bagian drop-off yang merupakan tempat sirkulasi kendaraan serta manusia pada suatu bangunan. Pada bagian drop-off ini beban yang bekerja tidak hanya beban hidup dan baban mati tetapi juga beban beban lain seperti beban kejut beban akibat gaya rem dan traksi serta beban akibat gaya sentrifugal yang diakibatkan oleh kendaraaan. Mengingat pentingnya fungsi dari pelat lantai drop-off maka perlu digunakan model penulangan yang tepat salah satunya yaitu tulangan model rangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pekerjaan pelat lantai pada bagian drop-off yang menggunakan model tulangan rangkap (tulangan dengan jaringan atas dan bawah). Penelitian yang dilakukan merupakan jenis studi kasus di lapangan yang bersifat kualitatif. Penggunaan model tulangan rangkap pada pelat lantai bagian drop-off gedung Bank Shinta Malang secara teoritis masih perlu dikaji ulang karena model tulangan rangkap hanya digunakan untuk lantai yang tebalnya lebih dari 25 cm dan kurang dari 5 inci sedangkan tebal dari pelat lantai bagian drop-off hanya 15 cm dan 12 cm. Secara garis besar pelaksanaan pekerjaan pelat lantai telah sesuai dengan kajian pustaka akan tetapi masih terdapat beberapa pekerjaan yang kurang sesuai serta membutukkan perhatian dan ketelitian yang cukup besar. Dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan tentang tata cara pelaksanaan pekerjaan pelat lantai yang menggunakan model tulangan rangkap pada suatu proyek.