Tugas Akhir
Pelaksanaan strategi positioning pada rumah makan Ayam Bakar wong Solo Cabang Malang / Sapung Hanggoro
Abstrak
ABSTRAK Hanggoro Sapung. 2008 Pelaksanaan Strategi Positioning pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang. Tugas Akhir (TA) Jurusan Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Agus Hermawan M.Si M. Buss Kata kunci strategi positioning Setiap perusahaan menginginkan produknya mendapatkan tempat yang istimewa di benak konsumen. Hal tersebut memaksa pemasar untuk berusaha mengkomunikasikan tentang atribut dan keunggulan dari produk yang dihasilkan dengan efektif dan efisien. Dengan komunikasi yang baik diharapkan dalam benak konsumen tertanam suatu citra tertentu yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen pemasaran. Hal yang paling penting dalam komponen strategi adalah mencoba menempatkan produk di benak konsumen dengan ciri-ciri yang bisa dibedakan dengan produk lainnya. Pertempuran pemasaran tidak hanya terjadi hanya di toko pengecer atau di pasar . Tapi terjadi di benak konsumen. Hal itulah yang membuat positioning menjadi sesuatu yang penting dalam strategi pemasaran. Untuk membandingkan pelaksanaan positioning secara empiris pada rumah makan ayam bakar wong solo cabang Malang dan secara teoritis dari perkuliahan maka penulisan Tugas Akhir ini mempunyai rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan strategi positioning pada rumah makan ayam bakar wong solo cabang Malang (2) Bagaimana persepsi konsumen terhadap ayam bakar wong Solo cabang Malang setelah dilaksanakannya strategi positioning (3) Apa sajakah hambatan tantangan dan solusi dari pelaksanaan strategi positioning pada rumah makan ayam bakar wong Solo cabang Malang Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang dilaksanakan selama 30 hari yaitu mulai tanggal 21 Januari sampai 20 Februari 2008. Rumah makan ayam bakar wong solo bergerak di bidang makanan/rumah makan yang menggunakan bahan dasar ayam dengan berbagai modifikasi yang sedemikian rupa sehingga mempunyai ciri khas produk yang berbeda dari pesaingnya. Positioning yang direncanakan oleh pihak manajemen adalah di dalam benak konsumen tertanam suatu persepsi bahwa rumah makan ayam bakar wong solo menyediakan menu ayam bakar dengan kualitas yang baik dengan menawarkan masakan tradisional dengan rasa yang khas solo atau Jawa dan produk yang dihasilkan semuanya halal dan baik untuk dikonsumsi oleh semua konsumen. Positioning yang dilaksanakan oleh rumah makan ayam bakar wong solo menggunakan berbagai cara yaitu pemakaian nama/merek ayam bakar wong solo untuk menanamkan citra produk yang dihasilkan menggunakan masakan khas tradisional Jawa (orang solo). Dengan menggunakan slogan (positioning statement) Halalan Thayyiban untuk memposisikan produk-produk yang dihasilkan oleh rumah makan ayam bakar wong solo adalah produk yang halal dan baik. Pemakaian Label Indonesian Cuisine digunakan oleh perusahaan untuk memposisikan produk yang menggunakan ciri khas masakan Indonesia yang diakui oleh konsumen di Indonesia. Dari hasil kuesioner responden terhadap pelaksanaan strategi positioning pada rumah makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang. Pelaksanaan strategi positioning secara keseluruhan telah efektif karena dilihat responden yang merasakan rangsangan dari beberapa cara yang dipakai untuk mengkomunikasikan suatu pesan guna menanamkan citra dalam pikiran konsumen menunjukkan hasil yang sesuai dengan tujuan dan harapan dari manajemen. Selain itu pelaksanaan tersebut juga sudah sesuai dengan teori relevan yang dipaparkan oleh pakar-pakar manajemen pemasaran baik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Dari berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi dari persaingan pasar yang semakin ketat perlu disediakan sarana komunikasi yang relatif tidak mahal yaitu kotak saran agar memudahkan komunikasi dimana konsumen dapat menyampaikan keluh kesahnya terhadap kinerja rumah makan ini. Memperbaiki peralatan yang sudah ada saat ini dengan alat yang lebih modern dengan kapasitas produksi yang lebih besar dan memiliki kecepatan lebih baik dibanding alat yang lama. Apabila ada pesanan dalam jumlah besar bisa dilayani dengan cepat akurat dan sesuai dengan jadwal kesepakatan di awal pemesanan (delivery order) sehingga kepuasan konsumen terhadap pelayanan bisa terpenuhi.