Skripsi
Kemampuan mereflesikan berita yang disimak dalam karangan narasi siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro / Eri Ferdianti
Abstrak
Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk menjadikan peserta didik terampil dalam berkomunikasi. Pembelajaran tersebut dapat diwujudkan dengan mengajarkan beberapa kemampuan berbahasa diantaranya menyimak dan menulis. Menyimak dan menulis merupakan kemampuan yang sangat penting baik di sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat. Di sekolah dua kemampuan tersebut merupakan kemampuan wajib yang harus dikuasai oleh siswa. Salah satu kemampuan menyimak yang harus dikuasai oleh siswa SMA adalah menyimak berita sedangkan menulis adalah menulis narasi. Perpaduan keduanya dapat diwujudkan dengan kegiatan merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi. Untuk mengetahui tingkat kemampuan merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi siswa kelas X SMA informasi relevan yang dapat digunakan adalah hasil penelitian tentang kemampuan merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi. Secara khusus bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro merefleksikan pokok persoalan berita yang disimak dalam karangan narasi (2) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro merefleksikan butir-butir persoalan berita yang disimak dalam karangan narasi (3) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi berdasarkan aspek hubungan antarbagian dan (4) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro merefleksikan berita yang disimak dalam karangan yang sesuai dengan syarat karangan narasi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa karangan narasi dari hasil refleksi berita yang disimak siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data skor hasil merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi siswa yang diubah menjadi nilai siswa. Instrumen penelitian berupa tes merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah (1) persiapan (2) tabulasi dan (3) penerapan data. Berdasarkan analisis data secara umum diperoleh hasil bahwa siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro mampu merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi karena lebih dari 60% siswa yaitu 79% siswa nilainya mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Untuk masing-masing aspek diperoleh hasil (1) siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro mampu merefleksikan pokok persoalan berita yang disimak dalam karangan narasi karena100% siswa nilainya mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) (2) siswa kelas X SMA Negeri 2 i ii Bojonegoro tidak mampu merefleksikan butir-butir persoalan berita yang disimak dalam karangan narasi karena kurang dari 60% siswa yaitu sebanyak 45% siswa nilainya mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) (3) siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro mampu merefleksikan berita yang disimak dalam karangan narasi berdasarkan aspek hubungan antarbagian karena lebih dari 60% yaitu 63% siswa nilainya mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) dan (4) siswa kelas X SMA Negeri 2 Bojonegoro mampu merefleksikan berita yang disimak dalam karangan yang sesuai dengan syarat karangan narasi karena lebih dari 60% yaitu 79% siswa nilainya mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Berdasarkan penelitian ini saran yang diajukan peneliti adalah (1) untuk guru mata pelajaran Bahasa Indonesia hendaknya lebih memberi penekanan kepada siswa tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyimak dan menulis terutama pada aspek menangkap butir-butir persoalan berita. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang menggambarkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam merefleksikan butir-butir persoalan berita (2) untuk peneliti yang melakukan penelitian sejenis hendaknya melakukan penelitian lanjutan mengenai kemampuan berbahasa yang sama dengan kompetensi dasar yang berbeda.