Skripsi
Kemampuan mengapresiasi unsur intrinsik pada film Nagabonar jadi 2 siswa kelas XI SMA / Retno Widati
Abstrak
Pembelajaran drama di kelas hanya disinggung sekilas untuk menambah wawasan siswa tentang drama. Pembelajaran drama masih melibatkan aspek kognitif saja. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi media cetak dan elektronik dapat dijadikan sebagai media pembelajaran drama. Salah satu bentuk media pembelajaran yang dapat menggantikan pementasan drama adalah media film. Unsur-unsur yang terdapat dalam film dan drama relatif sama. Masalah dari penelitian ini adalah bagaimana kemampuan siswa kelas XI SMA mengapresiasi unsur intrinsik pada film Nagabonar jadi 2 secara keseluruhan meliputi kemampuan mengapresiasi tema alur setting karakter dan amanat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif tentang kemampuan mengapresiasi unsur intrinsik pada film Nagabonar jadi 2 siswa kelas XI SMA meliputi kemampuan mengapresiasi tema alur setting karakter dan amanat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu semua siswa kelas XI SMA dengan jumlah sampel yang diambil secara acak sebanyak 44 siswa. Instrumen penelitian ini berupa tes kemampuan mengapresiasi unsur intrinsik pada film Nagabonar jadi 2 yang berbentuk tes obyektif atau pilihan ganda. Sumber data penelitian ini adalah jawaban siswa terhadap tes kemampuan mengapresiasi unsur intrinsik pada film Nagabonar jadi 2. Jawaban tersebut berupa (1) jawaban kemampuan mengapresiasi tema (2) jawaban kemampuan mengapresiasi alur (3) jawaban kemampuan mengapresiasi setting (4) jawaban kemampuan mengapresiasi karakter dan (5) jawaban kemampuan mengapresiasi amanat. Data berwujud (1) skor kemampuan mengapresiasi tema (2) skor kemampuan mengapresiasi alur (3) skor kemampuan mengapresiasi setting (4) skor kemampuan mengapresiasi karakter dan (5) skor kemampuan mengapresiasi amanat. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kemampuan mengapresiasi unsur intrinsik secara keseluruhan sebanyak 20 siswa atau 45 4% memperoleh nilai 8805 75 dan siswa yang memperoleh nilai 8804 75 sebanyak 24 siswa atau 54 5% (2) Kemampuan mengapresiasi tema sebanyak 25 siswa atau 56 8% memperoleh nilai 8805 75 dan siswa yang memperoleh nilai 8804 75 sebanyak 19 siswa atau 43 2% (3) Kemampuan mengapresiasi alur sebanyak 26 siswa atau 59 1% mendapatkan nilai 8805 75 dan 18 siswa atau 40 9% memperoleh nilai 8804 75 (4) Kemampuan mengapresiasi setting sebanyak 24 siswa atau 54 6% memperoleh nilai 8805 75 dan 20 siswa atau 45 4% memperoleh nilai 8804 75 (5) Kemampuan mengapresiasi karakter sebanyak 29 siswa atau 65 9% memperoleh nilai 8805 75 dan 15 siswa atau 34% memperoleh nilai 8804 75 dan (6) Kemampuan mengapresiasi amanat sebanyak 24 siswa atau 54 6% memperoleh nilai 8805 75 dan 20 siswa atau 45 5% memperoleh nilai 8804 75. Kurangnya konsentrasi siswa dalam memahami jalan cerita pada film Nagabonar jadi 2 dan penguasaan terhadap isi cerita film tersebut menyebabkan siswa tidak mampu dalam mengapresiasi unsur intrinsik pada film Nagabonar jadi 2. Selain kurangnya konsentrasi siswa dalam memahami isi cerita juga disebabkan oleh kurangnya konsep dan penguasaan materi pembelajaran drama. Dalam pembelajaran drama siswa hanya mendapatkan teori- teori tentang drama (aspek kognitif) sedangkan aspek afektif masih minim. Guru bahasa Indonesia masih terpaku pada penilaian dan tujuan mengajar pada aspek kognitif. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada guru hendaknya sering memberikan latihan mengenai mengapresiasi unsur intrinsik pada pementasan drama melalui media film. Hal ini sebagai motivasi bagi siswa untuk memperbanyak latihan. Bagi siswa diharapkan dapat termotivasi lagi dalam mengikuti pembelajaran drama disekolah. Dengan adanya penelitian ini siswa dapat mempelajari dan menikmati isi pementasan drama memahami masalah yang dihadirkan dan memperkaya kemampuan siswa dalam memahami jalan cerita tema serta problema dalam drama tersebut.