Skripsi
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia berdasarkan KTSP kelas X dan kelas XI semester genap tahun ajaran 2007/2008 di MAN Malang / Eva Heti Wahyuni
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan KTSP pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kelas X dan XI semester genap tahun ajaran 2007/2008 di MAN 3 Malang. Penelitian ini membahas tentang perumusan indikator dalam pencapaian kompetensi pengembangan materi pembelajaran perumusan skenario pembelajaran penentuan media dan sumber pembelajaran dan perencanaan penilaian oleh guru Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X dan kelas XI semester genap Tahun Ajaran 2007/2008 di MAN 3 Malang dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kealitatif. Jumlah RPP yang terkumpul sebanyak 23 buah yaitu 19 buah untuk RPP kelas X dan 4 buah untuk RPP kelas XI dianalisis dengan menggunakan instrumen check list yaitu berupa Rubrik Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaan berdasarkan KTSP. Hasil penelitian ini menunjukkan guru Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X dan kelas XI MAN 3 Malang belum menerapkan KTSP pada penyusunan RPP untuk empat keterampilan berbahasa karena masih banyak aspek-aspek dalam penulisan RPP tidak sesuai dengan kriteria penulisan RPP berbasis KTSP. Hal ini dapat diketahui dari data yang dianalisis yaitu sebagai berikut.(1)Dalam perumusan indikator pada RPP kelas X sudah mengacu pada silabus dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan sekolah dalam mencapai KD yang akan dicapai sedangkan perumusan indikator pada RPP kelas XI tidak bisa diidentifikasi berdasarkan silabus karena tidak tersedianya silabus tetapi perumusan indikator sudah mengarah dan sesuai dengan KD yang akan dicapai.(2)Semua RPP kelas X yang diteliti tidak mencantumkan aspek pengembangan materi pembelajaran karena guru menyiapkan secara mendadak sebelum pembelajaran dilaksanakan supaya sesuai dengan perkembangan peserta didik sedangkan RPP kelas XI mencantumkan. pengembangan materi pembelajaran tetapi terkesan hanya pencantuman saja karena tidak melampirkan wujud materi pembelajaran yang akan dikutip dan tidak serinci yang dijelaskan dalam kriteria penulisan RPP berbasis KTSP.(3)Perumusan skenario pembelajaran pada RPP kelas X dan kelas XI kurang menarik meskipun sudah sistematis dan sesuai dengan indikator karena kegiatan-kegiatan yang direncanakan sangat monoton dan tidak bervariasi. Perumusan skenario pembelajaran pada komponen kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup kurang sesuai dengan kriteria penulisan RPP berbasis KTSP karena terkesan apa adanya dan kurang menuangkan ide-ide kreatif dalam pengembangan skenario pembelajaran.(4)Pencantuman pemilihan media dan sumber pembelajaran pada RPP kelas X dan kelas XI kurang rinci seperti yang dijelaskan pada kriteria penulisan RPP berbasis KTSP karena tidak menuliskan secara jelas sumber pembelajaran dan tidak melampirkan ketersediaan wujud media meskipun media dan sumber pembelajaran sudah ada di sekitar lingkungan belajar dan mudah diterapkan.(5)Perencanaan penilaian tidak secara lengkap dan jelas pada RPP kelas X dan kelas XI karena pencantuman perencanaan pembelajaran tidak sesuai dengan kriteria penulisan RPP berbasis KTSP dan terkesan pencantuman saja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disarankan bagi guru-guru Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu sebelum penyusunan RPP dilaksanakan sebaiknya guru memahami terlebih dahulu kurikulum yang berlaku sehingga dapat menyusun RPP sesuai dengan kriteria penyusunan RPP. Dalam penyusunan RPP sebaiknya serinci mungkin sehingga apabila RPP digunakan oleh guru lain (misalnya guru mata pelajaran tidak hadir) mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran ganda dan format yang digunakan disesuaikan dengan keputusan sekolah tetapi alangkah lebih baiknya jika format RPP lebih rinci dan lengkap aspek-aspek dalam format sehingga RPP lebih jelas dan mudah dipahami.