Tugas Akhir
Kajian kualitas batu bata pada industri kecil di Dusun Grogol Desa Kepuhpandak Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto / Joko Abukhori
Abstrak
Proses pembuatan batu bata dimulai dari mempersiapkan tanah liat secukupnya Kemudian tanah liat disiram air sampai mendekati jenuh atau sampai airnya merasuk. Setelah itu dihaluskan dengan cangkul dan kemudian ditambah dengan zat additivenya (sekam) kemudian dihaluskan lagi dan diinjak-injak sampai (plastis). Setelah itu adonan dicetak dan dilanjut pada proses pengeringan dalam proses pengeringan ada yang dinamakan fase merapikan hasil cetakan dan proses ini hanya biasa dilakukan pada saat kondisi batu bata dalam keadaan kering. Setelah kering bata merah dimasukan kedalam gubuk kemudian dilakukan penataan untuk proses pembakaran. Pengujian karakteristik batu bata berdasarkan pembakaran dengan menggunakan bahan bakar kayu dan pembakaran dengan mengunakan sekam masing-masing 10 buah benda uji. Pengujian kualitas meliputi pengujian tampak luar pengujian ketepatan ukuran pangujian kecepatan penyerapan air dan absorbsi pengujian kadar garam. Hasil pengujian tampak luar batu bata berdasarkan pembakaran dengan menggunakan bahan bakar kayu menunjukan terdapat warna merah muda sebesar 30% warna kemerah-merahan sebesar 20% dari semua jumlah benda uji bentuk bidang tidak rata sebesar 20% rusuk-rusuknya tidak siku sebesar 30% tidak tajam sebesar 20% rapuh sebesar 10%. Dari segi penampangnya retak sebesar 20% berongga sebesar 20% tidak halus sebesar 30% dan warna tidak merata sebesar 20%. Sedangkan pengujian tampak luar batu bata berdasarkan pembakaran dengan bahan bakar sekam terdapat warna merah muda sebesar 30% warna kemerah-merahan sebesar 10% dari semua jumlah benda uji bentuk bidang tidak rata sebesar 20% tidak siku sebesar 30% tidak tajam sebesar 20% rapuh sebesar 30%. Dari segi penampangnya retak sebesar 20% berongga sebesar 20% tidak halus sebesar 30% dan warna tidak merata sebesar 40%. Pengujian ketepatan ukuran batu bata dari hasil pembakaran dengan menggunakan bahan bakar kayu diperoleh panjang sebesar 202 3 mm lebar 98 mm dan tebal 50 2 mm sedang batu bata dengan pembakaran menggunakan bahan bakar sekam menghasilkan panjang 202 5 mm lebar 98 2 mm dan tebal 50 4 mm. Kecepatan penyerapan rata-rata batu bata berdasarkan pembakaran dengan menggunakan bahan bakar kayu sebesar 86 51 gr/dm2/mnt dengan SD sebesar 7 99 dan CV sebesar 9 24% kualitas absorbsi sebesar 10 3% dengan SD sebesar 0 95 dan CV sebesar 9 22 %. Sedangkan pembakaran dengan menggunakan bahan bakar sekam sebesar 82 73 gr/dm2/mnt dengan SD sebesar 8 06 dan CV sebesar 9 74%. Kualitas absorbsinya sebesar 9 9% dengan SD sebesar 1 15 dan CV sebesar 11 62%. Kualitas kandungan garam batu bata berdasarkan pembakaran dengan menggunakan bahan bakar kayu sebesar 43 79%. Sedangkan pembakaran menggunakan bahan bakar sekam sebesar 44 42 %.