Skripsi
Peningkatan kemapuan siswa kelas X.5 SMA Negeri 2 Pasuruan dalam menulis diskripsi menggunakan metode AJJI (Amati-Jaring-Jaring Ide) / Novi Eka Susilowati
Abstrak
ABSTRAK Susilowati Novi Eka. 2008. Peningkatan Kemampuan Siswa Kelas X.5 SMA Negeri 2 Pasuruan dalam Menulis Deskripsi Menggunakan Metode AJJI (Amati Jaring-Jaring Ide). Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nurhadi M.Pd. Kata Kunci menulis deskripsi siswa kelas X.5 metode AJJI. Salah satu standar kompetensi matapelajaran Bahasa Indonesia adalah kemampuan menulis secara efektif dan efisien berbagai jenis karangan dalam berbagai konteks dan tujuan. Dengan demikian setelah mengikuti pembelajaran menulis diharapkan siswa bisa menuangkan informasi pengetahuan ide dan gagasan yang mereka miliki dalam bentuk tulisan. Dengan tulisan siswa juga bisa menginformasikan sesuatu yang ada dalam benak mereka kepada orang lain. Dalam kenyataannya siswa sering mengalami kesulitan dalam membuat tulisan untuk menuangkan ide-idenya termasuk dalam membuat paragraf deskripsi. Kesulitan-kesulitan tersebut diantaranya karena siswa kurang bisa memanfaatkan objek yang akan dideskripsikan dengan maksimal. Hal ini disebabkan objek yang akan dideskripsikan masih bersifat abstrak. Kesulitan lain yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menulis deskripsi adalah karena metode pembelajaran yang digunakan guru masih kurang menarik. Kondisi seperti yang digambarkan di atas ini juga terjadi pada siswa kelas X.5 SMA Negeri 2 Pasuruan. Siswa di kelas ini banyak yang mengalami kesulitan ketika ditugasi untuk menulis paragraf deskripsi. Oleh karena itulah perlu diadakan upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu cara yang bisa digunakan yaitu dengan menggunakan metode AJJI. Metode AJJI merupakan perpaduan antara teknik rangsang benda dan pemetaan pikiran. Metode ini berupaya untuk memetakan dan mengorganisasi ide yang menjadi bahan penulisan hasil pengamatan terhadap suatu objek agar tulisan yang dihasilkan bisa terstruktur dan rinci sesuai dengan objek yang diamati. Dalam penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif sedangkan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.5 SMA Negeri 2 Pasuruan sebanyak 34 siswa dengan rincian 15 putra dan 19 putri. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru matapelajaran Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas tersebut yang bernama Ibu Sriyanti. Peneliti juga meminta bantuan kepada seorang teman untuk membantu pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 11 Desember 2007 sampai dengan 4 Januari 2008. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara dan dokumentasi. Adapun data primer yang digunakan berupa skor hasil karangan siswa hasil wawancara dan hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan setelah diterapkannya metode AJJI. Pada tahap pratindakan rata-rata kemampuan menulis deskripsi siswa adalah 51 5. Padahal standar minimal penilaian keberhasilan yang ditetapkan sekolah adalah 75. Pada tahap ini hanya ada 3 siswa yang memperoleh nilai 75 sedangkan siswa lainnya memperoleh nilai di bawah standar minimal tersebut. Hasil pelaksanaan pembelajaran siklus I menunjukkan adanya peningkatan hasil kerja siswa. Pada siklus ini dari 34 siswa hanya ada 2 siswa (5 88%) yang mendapat nilai dengan kategori baik 4 siswa (11 76%) yang mendapat nilai dengan kategori cukup dan 28 siswa (82 35%) mendapat nilai dengan kategori kurang. Pada siklus ini tidak ada satu pun siswa yang mendapat nilai dengan kualifikasi baik sekali dan kurang sekali. Adapun rata-rata kelas untuk kemampuan menulis deskripsi adalah 50 1. Pada siklus II nilai hasil kerja siswa mendapatkan peningkatan. Persentase rata-rata kelas terhadap penguasaan kemampuan menulis adalah 80 4%. Jumlah ini meningkat sebanyak 30 3 % jika dibandingkan dengan rata-rata kelas pada siklus I. Hasil kemampuan menulis deskripsi siswa pun juga meningkat dengan cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan menulis deskripsi yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di kelas tersebut mendapat nilai di atas 66%. Sebanyak 16 siswa (47 05%) mendapat nilai dengan kategori sangat baik 10 siswa (29 41%) mendapat nilai dengan kategori baik 7 siswa (20 58%) mendapat nilai dengan kategori cukup dan seorang siswa (2 94%) mendapat nilai dengan kategori kurang. Berdasarkan hasil perolehan tersebut dapat dikatakan bahwa kemampuan menulis deskripsi siswa meningkat. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa metode AJJI ini cukup berhasil dalam meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa. Penggunaan metode ini cukup berhasil dalam meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa terutama pada aspek kerincian dan kelengkapan. Hal ini disebabkan dalam metode ini kegiatan awal yang dilakukan siswa sebelum menulis adalah melakukan pengamatan dan pemetaan ide terhadap objek yang diamati. Hal ini memungkinkan siswa dapat menemukan ide-ide terkait objek yang diamati dengan rinci dan lengkap. Apalagi penghadiran objek untuk diamati cukup membantu siswa dalam memetakan ide-idenya secara rinci dan lengkap. Namun yang perlu digarisbawahi metode AJJI ini lebih berhasil digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis deskripsi objektif karena kegiatan pengamatan dalam metode ini cukup membantu untuk mendeskripsikan objek secara objektif. Akan tetapi untuk meningkatkan kemampuan menulis deskripsi subjektif metode ini masih kurang memberikan kontribusi. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya lagi untuk menemukan metode yang bisa meningkatkan kemampuan menulis deskripsi subjektif.