Tugas Akhir
Studi evaluasi pelaksanaan pekerjaan plat beton pada proyek pembangunan ruko dan rukan Panorama Square Jl. Ahmad Yani Utara no. 99 Blimbing-Malang / Gempur Tatas Januk Asworo
Abstrak
ABSTRAK Aswara Gempur Tatas Januk. 2008. Studi Pelaksanaan Plat pada Pembangunan Ruko dan Rukan Panorama Square Jl. Ahmad Yani Utara No. 9 Malang. Proyek Akhir Program Studi Diploma Teknik Sipil dan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing B. Sri Umniati Ir. Kata kunci pelaksanaan plat Sekarang ini pembangunan dan teknologi semakin maju maka kontruksi di Indonesia saat ini dituntut pula untuk berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi yang ada. Bangunan memegang peranan penting dalam kehidupan kita karena sebagaian besar hidup kita berada di sekitar atau di dalam bangunan tersebut. Dalam pelaksanaan pembangunan dituntut secara benar karenanya perlu adanya kajian tentang pelaksanaan pekerjaan lapangan untuk mendapatkan bangunan yang baik. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui tahapan konstruksi plat pada Pembangunan Ruko dan Rukan Panorama Square. Secara khusus studi lapangan ini untuk mengungkap pelaksanaan pekerjaan plat dan diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan plat. Metode pendekatan yang digunakan dalam studi lapangan adalah metode penelitian survey. Untuk mendapatkan data yang akurat dapat dilakukan dengan cara observasi (pengamatan) wawancara dokumentasi dan melalui buku penunjang pelaksanaan plat. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pelaksanaan pekerjaan konstruksi plat dimulai minggu kedua bulan November 2007 berhenti akhir bulan Desember 2007 dilanjutkan kembali minggu pertama bulan Mei 2008 selesai minggu akhir bulan Mei 2008. Adapun pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi (1) Perakitan bekisting plat dengan menggunakan multiplex 7 5 mm kayu meranti 5/7 cm bambu 8-12 cm dan diperkuat menggunakan paku (2) Pemeriksaan konstruksi bekisting plat dengan memperbaiki dan mlapisi kembali bekisting yang tidak sesuai kekuatanya. (3) Pekerjaan penulangan untuk tulangan bagi terdapat dua macam dalam perangkaiannya yaitu 1 menggunakan wire mesh dengan diameter 10 mm dengan jarak 15 cm ( 10-150) dengan luas 2 x 4 m untuk lantai 2 dan untuk lantai 3 dan atap dirangkai dilapangan. (4) Pekerjaan pengecoran menggunakan beton Ready Mixed dengan mutu K-225. (5) Pekerjaan perawatan dilakukan 1 kali pada pagi hari dengan cara penyiraman air selama 7 hari setelah 1 hari pengecoran dan (6) Pekerjaan pembongkaran bekisting dilakukan setelah beton berumur 15 hari. Adapun pelaksanaan pekerjaan plat terdapat beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan teori umumnya menggunakan perkiraan berdasarkan pengalaman yang dimiliki dengan faktor efisiensi waktu pekerjaan. Misalnya pada pekerjaan bekisting untuk perancah ketinggiannya tidak beragam dan tidak mengunakan baji untuk menyetel. Pada pekerjaan pembesian besi berkarat pemakaian sambungan las pada area gaya tarik yang besar dan tulangan tidak lurus sehingga tebal selimut beton tidak rata. Pada pekerjaan pengecoran terdapat beton yang tumpah karena berlebihan dan berlubangnya bekisting. Berdasarkan hasil studi lapangan ini disarankan untuk lebih meningkatkan kinerja para pekerja agar memperoleh bobot prestsi pekerjaan yang lebih baik.