Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis naskah drama dengan menggunakan cerpen sebagai sumber belajar pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri I Binangun Kabupaten Blitar / Anita Kurnia Rachman
Abstrak
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disebutkan bahwa keterampilan menulis naskah drama wajib dikuasai oleh siswa. Tujuannya adalah agar siswa dapat mengenal memahami dan dapat menulis naskah drama. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis naskah drama diperlukan sebuah sumber belajar yang tepat. Dalam penelitian ini sumber belajar yang digunakan adalah cerpen. Dengan sumber belajar ini siswa belajar menyusun kerangka naskah drama yang akan dikembangkan menjadi naskah drama yang utuh. Dalam meningkatkan kemampuan menulis naskah drama dengan menggunakan sumber belajar cerpen dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan naskah tahap penulisan naskah drama berdasarkan perencanaan naskah serta tahap penyuntingan dan revisi. Masalah umum dalam penelitian ini adalah bagaimana media cerpen dapat meningkatkan kemampuan menulis naskah drama siswa kelas VIII SMP pada tahap pramenulis tahap menulis dan tahap pascamenulis. Adapun tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis naskah drama siswa pada tahap pramenulis tahap menulis dan tahap pascamenulis. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian disusun dalam satuan siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Penetapan subjek yang diteliti didasarkan pada hasil analisis studi pendahuluan dan prates yang dilakukan oleh peneliti. Subjek umum yang diberi tindakan adalah seluruh siswa kelas VIII SMP sedangkan subjek khususnya adalah 22 siswa yang memperoleh skor penilaian proses dan hasil di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah yang bersangkutan. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 5 Januari 2008 sampai dengan 13 Juni 2008 dalam dua siklus. Data penelitian meliputi data verbal berwujud tuturan lisan proses peningkatan keterampilan menulis naskah drama maupun hasil tertulis peningkatan keterampilan menulis naskah drama dan data nonverbal berupa rekaman tindakan siswa dalam foto dan tindakan yang ditranskripsikan dan dimasukkan dalam pedoman observasi dan catatan lapangan. Data diperoleh melalui instrumen utama yaitu peneliti yang didukung dengan instrumen penunjang berupa RPP pedoman observasi pedoman wawancara dokumentasi dan catatan lapangan untuk mengetahui proses dan hasil keterampilan menulis naskah drama siswa. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menulis naskah drama pada siswa dengan menggunakan sumber belajar cerpen. Peningkatan ini dapat dilihat dari siklus I dan siklus II yang melalui tahap perencanaan naskah tahap penulisan naskah drama berdasarkan perencanaan naskah serta tahap penyuntingan dan revisi. Pada tahap perencanaan naskah kegiatan yang dilakukan yaitu membaca cerpen dan menganalisis unsur intrinsik cerpen untuk menyusun kerangka naskah drama. Penggunaan media cerpen dapat merangsang siswa dalam berimajinasi untuk mengembangkan sebuah kerangka naskah drama karena siswa terbukti dapat menentukan tema tokoh dan watak tokoh setting dan alur yang bervariasi. Sedangkan peningkatan kemampuan siswa pada tahap menulis dapat terlihat dari kemampuan siswa dalam mengembangkan kerangka naskah drama menjadi naskah drama yang utuh. Hal ini juga ditunjang dengan kemampuan siswa dalam menggembangkan ide gagasan dan imajinasi siswa. Pada tahap terakhir yaitu tahap penyuntingan dan revisi kemampuan siswa terlihat dalam membacakan naskah drama didepan kelas dengan penuh rasa percaya diri mampu membangun interaksi sosial antarsiswa dan melatih siswa untuk menunjukkan prestasi. Penggunaan media cerpen pada tahap pascamenulis dapat meningkatkan kemampuan siswa tidak hanya aspek menulis saja tetapi juga pada aspek menyimak membaca dan berbicara. Ketiga tahapan ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis naskah drama dan KKM yang telah ditetapkan sekolah dapat tercapai. Peningkatan itu terlihat dari jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 74 3% dan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus II meningkat menjadi 89 7%. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru untuk menggunakan media pembelajaran dengan lebih kreatif dan inovatif dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis naskah drama. Penggunaan media cerpen dapat juga diterapkan dalam pembelajaran sastra yang lain seperti pembelajaran menulis puisi menulis cerpen dan menyusun opini berdasarkan cerpen. Kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan di lingkungan sekolah juga disarankan untuk memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai kepada guru untuk melakukan kerja sama dengan para peneliti dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kepada calon peneliti yang ingin menggunakan dan mengembangkan media cerpen diharapkan dapat mengembangkan media cerpen pada kompetensi dasar pembelajaran sastra yang lain.