Tugas Akhir
Evaluasi anggaran biaya pekerjaan atap pada proyek pembangunan Shawroom dan bengkel sepeda motor Jl. Panglima Sudirman No. 88 Pasuruan / Wega Syamdermawan
Abstrak
Pembangunan showroom dan bengkel sepeda motor Jl. Panglima Sudirman No.88 Pasuruan dilaksanakan oleh P.T Jose Arenco. Untuk menghitung anggaran biaya pekerjaan atap P.T Jose Arenco menggunakan analisa biaya SNI (Standart Nasional Indonesia). Pelaksanaan proyek dapat dikatakan berjalan baik apabila biaya yang dipakai selama proses pelaksanaan tidak melebihi jumlah yang direncanakan sehingga kontraktor bisa mendapat keuntungan sesuai yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah perbandingan antara rencana anggaran biaya (RAB) kontraktor dengan biaya sebenarnya (real cost) pada saat pelaksanaan pekerjaan atap. Data diperoleh dengan cara melakukan wawancara dan observasi (pengamatan secara langsung). Pengumpulan data dilakukan dua tahap tahap pertama data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara untuk memperoleh data tentang RAB penawaran harga bahan dan upah kerja. Tahap kedua data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara untuk mengetahui besarnya biaya pekerjaan atap yang sebenarnya di lapangan yang meliputi volume pekerjaan harga bahan upah kerja dan harga satuan pekerjaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa RAB yang dibuat oleh kontraktor pada proyek pembangunan showroom dan bengkel sepeda motor Jl Panglima Sudirman No. 88 Pasuruan sebesar Rp.62 608 650.63 (enam puluh dua juta enam ratus delapan ribu enam ratus lima puluh rupiah). Untuk biaya sebenarnya (real cost) untuk pengerjaan atap adalah sebesar Rp. 62 076 645.12 (enam puluh dua juta tujuh puluh enam ribu enam ratus empat puluh lima rupiah). RAB kontraktor lebih besar sebanyak Rp. 523 055 (lima ratus dua puluh tiga ribu lima puluh lima) atau sebesar 0.8 % dari biaya sebenarnya (real cost) pada pengerjaan atap.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kontraktor harus teliti dalam perhitungan hal ini sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan yang mengakibatkan kerugian. Untuk menghindari kerugian kontraktor harus melihat tren harga di pasaran karena pada saat penawaran hingga pelaksanaan membutuhkan tenggang waktu yang lama.