Tugas Akhir
Analisis kinerja dalam perspektif balanced scorecard pada badan pelayanan kesehatan rumah sakit daerah Mardi Waluyo Blitar / Citra Marianto
Abstrak
ABSTRAK Marianto Citra. 2008. Analisis Kinerja Dalam Perspektif Balanced Scorecard Pada BPK RSD Mardi Waluyo Blitar. Tugas Akhir Program Studi D-III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Puji Handayati SE M.Si Ak Kata Kunci balanced scorecard dan pengukuran kinerja Intensitas persaingan usaha yang meningkat secara cepat dewasa ini mendorong perubahan dalam lingkungan dunia usaha dan pergeseran tujuan perusahaan. Untuk itu badan usaha memerlukan tolok ukur baru yang dapat menyeimbangkan antara aspek finansial dan non finansial dan berisi tidak hanya indikator- indikator finansial yang bersifat kuantitatif namun juga berisi indikator non finansial. Tolok ukur ini disebut Balanced Scorecard. Melalui Balanced Scorecard fokus perusahaan tidak hanya dititikberatkan pada perspektif keuangan namun manajer juga dituntut untuk memperhatikan perspektif lainnya dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang perusahaan. Penelitian ini mempunyai tujuan mendasar yakni mengetahui bagaimana tingkat kinerja RSD Mardi Waluyo Blitar berdasarkan analisis Balanced Scorecard. Data-data yang diperlukan dikumpulkan dengan metode interview observasi dokumentasi serta dengan membagikan sejumlah kuesioner atau angket kepada para pelanggan maupun karyawan RSD Mardi Waluyo Blitar untuk mengetahui tingkat kepuasan dari pelanggan maupun karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan Perspektif Keuangan laba yang diperoleh rumah sakit meningkat dari Rp. 5.497.247.656 pada periode 2004/2005 menjadi Rp. 7.421.137.994 periode 2005/2006. Penerapan Perspektif Pelanggan juga berhasil meningkatkan jumlah pasien pada Poliklinik IRD dan IRNA rata-rata 7 % untuk tahun 2004 sampai tahun 2006. Sedangkan Perspektif Bisnis Internal menghasilkan kenaikan jumlah pasien pada Instalasi Pavilliun dari 1.242 tahun 2004/2005 menjadi 1.412 pada tahun 2005/2006. Berdasarkan kesimpulan di atas memperlihatkan pengukuran kinerja rumah sakit dengan pendekatan Balanced Scorecard mampu memberikan informasi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja semua komponen dalam rumah sakit sekaligus dapat memberikan umpan balik ke depan demi perbaikan rumah sakit. Untuk itu dalam usaha menerapkan Balanced Scorecard di rumah sakit diperlukan dukungan dan komitmen bersama dari manajemen serta para karyawan dengan menjalankan tugas serta peranannya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik sehingga mampu memenuhi harapan konsumen.