Skripsi
Identifikasi kesulitan belajar memahami materi larutan penyangga siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 5 Malang berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) / Astri Dianty
Abstrak
ABSTRAK Dianty Astri. 2008. Identifikasi Kesulitan Belajar Memahami Materi Larutan Penyangga Siswa Kelas XI IPA Semester II SMA Negeri 5 Malang Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Skripsi Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Dermawan Afandy M.Pd. (2) Drs. Rachmad Nugroho. Kata kunci Identifikasi Kesulitan Belajar Materi Larutan Penyangga Siswa SMA kelas XI IPA Larutan penyangga merupakan materi yang menurut kurikulum di SMA negeri 5 Malang diajarkan di kelas XI IPA semester II. Materi larutan penyangga sarat akan konsep dan untuk memahami konsep ini dibutuhkan pemahaman konsep-konsep yang lebih sederhana sebagai dasarnya. Misalnya persamaan asam-basa kesetimbangan reaksi penamaan zat-zat yang terlibat dalam reaksi dan perhitungan pH larutan. Penelitian mengenai materi larutan penyangga pernah dilakukan oleh Azizah(2000 49) di SMUN Bangil. Berdasarkan hasil penelitian tersebut akan dilakukan penelitian yang serupa dengan objek yang berbeda dalam penelitian ini diidentifikasi kesulitan siswa dalam memahami materi larutan penyangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kesulitan siswa Kelas XI IPA semester II SMA Negeri 5 Malang dalam memahami konsep larutan penyangga sifat larutan penyangga dan perhitungan pH larutan penyangga Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa perangkat soal berbentuk objektif yang terdiri dari 20 soal yang disebar di dua kelas yaitu kelas XI IPA 3 dan XI IPA 5. Kemudian soal tersebut dianalisis dan ditentukan tingkat kesulitan validitas daya beda dan reliabilitas butir soal. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan persentase kesulitan siswa dalam memahami konsep larutan penyangga sebesar 23 26 % sifat-sifat larutan penyangga sebesar 37 52 % perhitungan pH larutan penyangga sebesar 8 45 %. Kesulitan yang dialami disebabkan karena siswa kurang memahami konsep dan sifat larutan penyangga serta kurang teliti dalam melakukan perhitungan kimia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut untuk mengatasi kesulitan yang dialami oleh beberapa siswa disarankan (1) perlu adanya penekanan pengajaran oleh guru terhadap konsep larutan penyangga dan sifat dari larutan penyangga misalnya pengertian larutan penyangga peranan larutan penyangga dan penurunan persamaan pH larutan penyangga (2) dalam menerangkan materi larutan penyangga hendaknya guru lebih sering memberikan contoh kegunaan larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari agar siswa dapat memahami materi larutan penyangga (3) bagi siswa hendaknya lebih meningkatkan pemahaman konsep-konsep yang mendukung pemahaman konsep larutan buffer. (4) kepada calon peneliti diharapkan mengadakan penelitian lanjutan dengan memperluas sampel.