Skripsi
Persepsi dan sikap siswa SMP Negeri se Kecamatan Klojen Kota Malang terhadap pendidikan seks dan implikasinya bagi layanan bimbingan dan konseling / Yuwan Krisnawati
Abstrak
Masa remaja merupakan bagian penting dalam perkembangan individu. Pada masa ini terjadi kematangan organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu mereproduksi hormon seks yang menyebabkan berkembangnya minat terhadap lawan jenis dan berkembang ke arah perilaku menyimpang seksual. Perilaku seksual menyimpang di kalangan remaja saat ini mengalami pergeseran ke arah keserbabolehan yang mengakibatkan remaja semakin permisif dalam perilaku seksual remaja sering melakukan aktivitas seksual secara tidak tepat dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Banyak remaja yang melakukan hubungan seks sebelum menikah. Hal ini disebabkan remaja berada pada masa transisi di mana pada masa ini remaja seringkali dihadapkan pada masalah penyesuaian diri yang berhubungan dengan keadaan jasmani kebebasan emosional nilai-nilai maupun masalah seksualitas dan hubungan dengan lawan jenis remaja juga sering mengalami kekaburan tentang makna seks yang sesungguhnya persepsi tidak jelas inilah yang juga dapat mempengaruhi siswa dalam melakukan penyimpangan seksual. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri se-Kecamatan Klojen yang bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi dan sikap siswa terhadap pendidikan seks serta mengetahui hubungan antara persepsi dengan sikap siswa SMP Negeri se Kecamatan Klojen di kota Malang. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan alat pengumpul data berupa angket. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif persentatif untuk mengetahui gambaran persepsi dan gambaran sikap siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen terhadap pendidikan seks serta analisis korelasional menggunakan rumus product moment untuk mengetahui ada/tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri se Kecamatan Klojen (SMPN 1 SMPN 2 SMPN 3 SMPN 5 SMPN 6 SMPN 8 SMPN 9 SMPN 19) yang berjumlah 2340 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling untuk menentukan sampel kelas dari masing-masing sekolah sejumlah 230 orang sedangkan untuk sampel penelitian diambil sebanyak 180 orang (50%) dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran persepsi siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen terhadap pendidikan seks yaitu sebagian besar atau cukup banyak siswa mempunyai persepsi dalam kategori cukup baik sedikit siswa mempunyai persepsi dalam kategori kurang baik dan sedikit sekali siswa yang mempunyai persepsi dalam kategori baik. Gambaran sikap siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen tentang pendidikan seks yaitu sebagian besar siswa mempunyai sikap dalam kategori baik sedikit siswa mempunyai sikap dalam kategori cukup baik dan sedikit sekali siswa yang mempunyai sikap dalam kategori kurang baik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan antara persepsi dan sikap siswa SMP Negeri se-Kecamatan Klojen terhadap pendidikan seks. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar konselor dan guru lebih memperhatikan perilaku siswa di dalam maupun luar kelas terutama berkenaan dengan perilaku siswa yang bisa mengarah pada perilaku yang menyimpang. Konselor diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya tentang pendidikan seks dengan mengikuti seminar-seminar yang berhubungan dengan pendidikan seks konselor juga bisa bekerjasama dengan orang-orang yang ahli mengenai pendidikan seks antara lain dokter psikolog guru biologi ataupun seksolog. Pemberian layanan yang berkenaan dengan persepsi siswa dan sikap siswa terhadap pendidikan seks dapat dilakukan secara terpadu kegiatannya dapat dilakukan dalam bimbingan kelompok.