Skripsi
Pembelajaran nilai moral kepada masyarakat melalui upacara adat \"Rokat Tase\" (studi praktik pendidikan informal di Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang - Madura / Nurul Isnaini
Abstrak
Upacara Rokat Tase merupakan upacara adat masyarakat nelayan Madura khususnya di desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Upacara adat Rokat Tase ini dilaksanakan satu tahun sekali. Upacara ini bertujuan agar lingkungan sekitar terjaga dan hasil laut yang diperoleh lebih baik dari hasil laut sebelumnya serta diberi keselamatan selama ada di laut atau berlayar. Dalam pelaksanaan upacara adat Rokat Tase terkandung nilai-nilai moral. Dengan adanya upacara Rokat Tase dapat memberi suatu pembelajaran kepada masyarakat tentang nilai-nilai moral tersebut yakni dalam bentuk pendidikan informal. Nilai-nilai moral bagi masyarakat untuk mengacu baik-buruknya tindakan atau perilaku masyarakat. Sehingga nilai-nilai moral tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) asal usul upacara adat Rokat Tase (2) pelaksanaan upacara adat Rokat Tase (3) nilai moral yang terkandung dalam upacara adat Rokat Tase (4) praktik pembelajaran nilai moral yang terkandung dalam upacara adat Rokat Tase . Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan model interaktif. Keabsahan temuan dilakukan dengan (1) perpanjangan keikutsertaan (2) ketekunan pengamatan dan (3) triangulasi. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut (1) upacara adat Rokat Tase merupakan warisan nenek moyang yang sudah ada sebelum Islam masuk dan merupakan tradisi atau adat yang dimilki orang Hindu. Setelah Islam masuk tradisi ini masih digunakan karena masih berkaitan dengan Islam yaitu untuk memperkenalkan tentang ajaran Islam kepada masyarakat. Sampai sekarang upacara ini masih dilaksanakan karena merupakan tradisi turun temurun. (2) pada pelaksanaan upacara adapt Rokat Tase dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tahap yaitu tahap persiapan tahap pelaksanaan dan tahap penutupan. (3) nilai moral yang terkandung dalam upacara adat Rokat Tase yaitu nilai religi nilai gotong royong nilai sosial nilai kerukunan nilai persatuan nilai keindahan nilai wujud pelestarian adat istiadat kepada masyarakat. (4) pelaksanaan upacara adat Rokat Tase dapat memberi pembelajaran pendidikan informal kepada masyarakat tentang nilai moral yang terkandung dalam upacara tersebut yaitu melalui interaksi atau sosialisasi antar warga di dalam lingkungan tempat tinggal masyarakat. Secara tidak langsung pelaksanaan upacara adat Rokat Tase mengajak masyarakat memahami nilai-nilai moral tersebut. Pada praktik pembelajarannya nilai-nilai moral tersebut dalam bentuk pendidikan informal karena diperoleh dalam kehidupan bermasyarakat bukan dalam bentuk pembelajaran formal yang diperoleh di sekolah-sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pemerintah Kabupaten Sampang perlu adanya perhatian dukungan dan kebijakan mengenai pelaksanaan upacara adat Rokat Tase khususnya bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Agar kebudayaan tradisional yang ada dapat berkembang dan dapat dikenal masyarakat luar Madura serta tidak terpengaruh dengan masuknya budaya asing kepada masyarakat desa Dharma Camplong disarankan sebaiknya pelaksanaan upacara adat Rokat Tase dilaksanakan dengan sederhana agar tidak membutuhkan biaya yang relatif besar. Sehingga pelaksanaan upacara adat Rokat Tase dapat dilaksanakan setiap tahun. Selain itu kepada pelaku upacara disarankan perlu adanya pembinaan terhadap generasi selanjutnya untuk ikut serta dalam melestarikan dan mengembangkan upacara adat Rokat Tase tersebut.