Skripsi
Pengaruh faktor makro ekonomi terhadap risiko investasi pada saham perusahaan property dan real estate yang listing di Bursa Efek Jakarta periode 2004-2006 / Septina Wega Haratama
Abstrak
ABSTRAK Haratama Septina Wega. 2008. Pengaruh Faktor Makro Ekonomi Terhadap Risiko Investasi Pada Saham Perusahaan Property dan Real Astate yang Listing Di Bursa Efek Jakarta Periode 2004-2006. Skripsi Jurusan Manajemen Konsentrasi Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. M. Hari M.Si (II) Subagyo SE SH MM. Kata kunci Faktor Makro Ekonomi dan Risiko Investasi (beta saham). Investasi selalu dikaitkan dengan return dan risiko. Setiap investor tentunya menginginkan return maksimal dengan risiko tertentu. Namun kenyataannya return yang tinggi akan diiringi risiko yang tinggi pula.Untuk itulah setiap investor harus mempertimbangkan unsur risiko sebelum melakukan investasi. Adapun unsur risiko yang mempengaruhi dalam keputusan investasi dalam bentuk saham ada dua macam yaitu risiko sistematis dan risiko non sistematis. Yang dimaksud risiko non sistematis adalah risiko yang timbul karena faktor-faktor mikro yang dijumpai pada perusahaan atau industri tertentu sehingga pengaruhnya terbatas pada perusahaan atau industri tersebut. Faktor-faktor mikro tersebut anatara lain struktur modal struktur aktiva tingkat likuiditas dan lain-lainh. Sedangkan risiko sistematis ditentukan oleh besar kecilnya koefisien beta yang menunjukkan tingkat kepekaan harga suatu saham terhadap harga saham secara keseluruhan di pasar. Jenis risiko ini timbul karena faktor-faktor yang bersifat makro dan mempengaruhi semua perusahaan atau industri serta tidak dapat dikurangi walaupun dengan cara diversifikasi. Faktor-faktor tersebut adalah tingkat inflasi tingkat suku bunga dan kurs rupiah terhadap dollar AS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi tingkat suku bunga SBI dan kurs rupiah terhadap dollar AS sebagai variabel bebas terhadap risiko investasi saham sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan property dan real estate yang listing di BEJ selama periode 2004-2006 sedangkan sampel yang diambil sebanyak 10 perusahaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Untuk menguji pengaruh secara simultan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) digunakan uji F sedangkan untuk menguji pengaruh secara parsial digunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan tingkat inflasi tingkat suku bunga SBI dan kurs rupiah terhadap dollar AS berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham. Secara parsial tingkat inflasi dan tingkat suku bunga SBI tidak berpengaruh terhadap risiko investasi saham sedangkan nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham. Variabel bebas yang paling dominan adalah nilai tukar rupiah. Nilai determinasi yang disesuaikan (adjusted R Square) sebesar 0 361 menunjukkan bahwa varian dari risiko investasi yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel bebas hanya sebesar 36 1 % sedangkan sisanya 63 9 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. Variabel lain tersebut dapat berupa kondisi politik dan stabilitas keamanan yang terjadi di dalam negeri serta faktor psikologis dari para investor di pasar modal. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dalam penelitian selanjutnya untuk menambah variabel bebas. Bagi para investor penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang pengaruh dari indikator makro seperti tingkat inflasi tingkat suku bunga SBI dan kurs rupiah-dolar AS terhadap fluktuasi risiko investasi saham sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.