Skripsi
Perbedaan kecerdasan emosional antara siswa laki-laki dan perempuan kelas XI MAN 3 Malang / Fathimah Az-Zahroh
Abstrak
ABSTRAK Azzahroh Fathimah. 2008. Perbedaan Kecerdasan Emosional antara Siswa Laki-Laki dan Perempuan kelas XI MAN 3 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. F.I. Soekarman M.Pd (2) Drs. Blasius Bolilasan M.Pd Kata Kunci Kecerdasan Emosional Laki-laki Perempuan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan emosi antara laki-laki dan perempuan. Emosi anak perempuan lebih mudah mengungkapkan dan mengkomunikasikan perasaan-perasaannya baik verbal maupun nonverbal dan lebih mudah berempati dan anak laki-laki lebih mampu dalam meredam emosinya. Selain itu anak laki-laki bangga karena kemandirian dan kemerdekaannya yang berpikirannya ulet dan mandiri sementara anak perempuan melihat dirinya lebih terancam oleh terputusnya hubungan sosial yang mereka bina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kecerdasan emosional antara siswa laki-laki dan perempuan di MAN 3 Malang serta untuk mengetahui apakah ada perbedaan kecerdasan emosional antara siswa laki-laki dan perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 3 Malang tahun ajaran 2007/2008 yang berjumlah 200 orang siswa 100 orang siswa laki-laki dan 100 orang siswa perempuan. Subjek dalam penelitian ini diambil semua sehingga penelitian ini disebut studi populasi atau studi sensus. Untuk pengumpulan data menggunakan inventori kecerdasan emosional yang dikembangkan oleh Mulawarman. Analisis data menggunakan persentase. Beberapa kesimpulan yang diperoleh adalah (1) Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa laki-laki di MAN 3 Malang yang berada pada kategori tinggi sebesar 35% kategori sedang sebesar 48% dan kategori rendah sebesar 17%. Sedangkan dalam beberapa aspek diperoleh nilai diantaranya aspek mengenali emosi diri rata-rata sebesar 32 93 aspek mengelola emosi rata-rata sebesar 28 01 aspek memotivasi diri sendiri rata-rata sebesar 44 35 aspek mengenali orang lain/empati sebesar 34 84 dan aspek membina hubungan dengan orang lain 15 84. (2) Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa perempuan di MAN 3 Malang yang berada pada kategori tinggi sebesar 21% kategori sedang 58% dan kategori rendah 21%. Sedangkan dalam beberapa aspek diperoleh nilai diantaranya aspek mengenali emosi diri rata-rata sebesar 31 93 aspek mengelola emosi rata-rata sebesar 27 21 aspek memotivasi diri sendiri rata-rata sebesar 43 94 aspek mengenali orang lain/empati sebesar 35 81 dan aspek membina hubungan dengan orang lain 16 28. (3) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa laki-laki yang mempunyai persentase paling banyak adalah siswa yang berada pada kategori kecerdasan emosional sedang yakni sebesar 48% artinya siswa laki-laki yang memiliki tingkat kecerdasan emosional sedang lebih banyak dibandingkan dengan kategori kecerdasan emosional yang lain. Begitupula dengan siswa perempuan yang mempunyai persentase paling banyak adalah siswa yang berada pada kategori kecerdasan emosional sedang yakni sebesar 58% artinya siswa perempuan yang memiliki tingkat kecerdasan emosional sedang lebih banyak dibanding dengan kategori kecerdasan emosional yang lain. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyarankan kepada beberapa pihak yaitu (1) Konselor memberikan layanan bimbingan pengembangan emosional serta pembinaan yang intensif agar siswa memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi misalnya memberikan pelatihan kecerdasan emosional dengan diadakan bimbingan kelompok dan bermain peran (role playing) dan sebagainya. (2) Orangtua hendaknya lebih memperhatikan perkembangan emosi anaknya terutama mengajarkan bagaimana mengekspresikan suatu emosi pada anak-anak mereka tanpa membedakan jenis kelamin. (3) Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan inventori kecerdasan emosional berkaitan dengan Bimbingan dan Konseling terutama bimbingan pribadi.