Tugas Akhir
Analisis sistem pengendalian intern terhadap mekanisme kliring pada PT. Bank Central Asia, Tbk KCU Malang / Lanita Rahayu
Abstrak
ABSTRAK Rahayu Lanita. 2008. Analisis Sistem Pengendalian Intern terhadap Mekanisme Kliring pada PT. Bank Central Asia Tbk KCU Malang. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Program Diploma Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Hj. Sutatmi S.E M.Pd. Ak. Kata kunci sistem kliring pengendalian intern. Sistem informasi dilaksanakan dengan satu tujuan yaitu informasi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan. Mekanisme kliring merupakan bagian dari sistem informasi pada PT. Bank Central Asia Tbk KCU Malang. Pada perusahaan yang bergerak di bidang perbankan kliring memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap jalannya perusahaan dan merupakan sumber pendapatan. Kegiatan kliring ditangani oleh perusahaan pada bagian Integrated Deposite System (IDS) melalui Sistem Kliring Nasional dengan jenis setoran Same Day Clearing. Agar mekanisme kliring dapat dilaksanakan dengan baik maka perlu adanya pengendalian intern di dalamnya. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini yaitu untuk mengetahui penerapan unsur sistem pengendalian intern terhadap mekanisme kliring pada PT. Bank Central Asia Tbk KCU Malang. Data yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah data yang berhubungan dengan mekanisme kliring di PT. Bank Central Asia Tbk KCU Malang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui interview observasi dan dokumentasi. Analisis sistem pengendalian intern terhadap mekanisme kliring dilakukan dengan cara membandingkan antara teori yang diperoleh selama kuliah dengan yang diperoleh selama Praktek Kerja Lapangan. Hasil penelitian menunjukan penerapan unsur sistem pengendalian intern terhadap mekanisme kliring adalah sebagai berikut (a) ada pemisahan tangung jawab fungsional secara tegas yang terlihat pada stuktur organisasi PT. Bank Central Asia Tbk KCU Malang (b) hubungan kerja sama yang dilakukan mampu menghasilkan tanggung jawab sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan (c) pemberian paraf atau tanda tangan dan finger scan sebagai bukti warkat atau dokumen telah diperiksa dan setujui atau tidak merupakan prosedur pencatatan dan otorisasi oleh pejabat berwenang (d) praktek yang sehat terlihat pada pemisahan tugas pencatat nota debet dan nota kredit (e) pengendalian intern melalui sistem aplikasi komputer perbankan yang harus didaftarkan ke dalam komputer sentral dan penggunaan password untuk setiap komputer (f) kurangnya petugas pencatat nota debet (g) tidak ada label pada media rekam elektronis berupa disket yang digunakan untuk menyimpan data kliring. Adapun saran yang dapat diajukan untuk meningkatkan pelaksanaan kliring khususnya pada sistem pengendalian internnya antara lain (a) dilakukan penambahan pegawai untuk pencatat nota debet dan (b) pemberian label pada media rekam elektronis yang berupa disket digunakan untuk menyimpan data kliring.