Skripsi
Perbedaan return, abnormal return (AR), cummulative abnormal return (CAR), trading volume activity (TVA), dan risiko saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2003-2006 / Dedy Iswahyudi
Abstrak
ABSTRAK Iswahyudi Dedy. 2008. Skripsi. Perbedaan Return Abnormal Return Cumulative Abnormal Return Trading Volume Activity dan Risiko Saham Sebelum dan Sesudah Stock Split Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2003-2006) . Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Bambang Banu Siswoyo M.M. (II) Ely Siswanto S.E. M.M. Kata kunci Peristiwa stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2003-2006 .Return Abnormal Return Cumulative Abnormal Return Trading Volume Activity dan Risiko Saham. Pasar modal dapat dijumpai di banyak negara karena pasar modal menjalankan fungsi ekonomi dan keuangan. Dalam menjalankan fungsi ekonominya pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana ke pihak yang memerlukan dana. Sedangkan dalam menjalankan fungsi keuangan dilakukan dengan menyediakan dana yang diperlukan oleh pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang mempunyai kelebihan dana. Dengan demikian pasar modal merupakan suatu wadah yang memiliki fungsi dan tujuan yang jelas. Investor dapat menggunakan fungsi tersebut untuk mendapatkan keuntungan dalam aktivitas perdagangannya. Ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan di pasar modal di antaranya adalah informasi yang masuk ke dalam pasar modal tersebut. Salah satu informasi dalam pasar modal tersebut adalah pemecahan saham (stock split). Karena adanya fenomena stock split yang masih membingungkan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ketidakcocokan antara teori dan praktik. Secara teoritis stock split hanya meningkatkan jumlah saham yang beredar tidak menambah kesejahteraan para investor dan tidak memberikan tambahan nilai ekonomi bagi perusahaan. Tetapi beberapa bukti empiris menunjukkan bahwa pasar memberikan reaksi terhadap pengumuman stock split. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi rata-rata risiko return abnormal return cumulative abnormal return trading volume activity dan risiko saham sebelum dan sesudah stock split (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2003-2006) dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaaan yang signifikan antara rata-rata risiko return abnormal return cumulative abnormal return trading volume activity dan risiko saham sebelum dan sesudah stock split (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2003-2006) . Hipotesis penelitian ini yaitu diduga terdapat perbedaan rata-rata risiko return abnormal return cumulative abnormal return trading volume activity dan risiko saham sebelum dan sesudah stock split (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2003-2006) . Populasi dan sampel yang digunakan yakni pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di BEI periode periode 2003-2006 yaitu 14 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode purposive sampling adalah pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh menggunakan pertimbangan tertentu yang pada umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Periode waktu penelitian 110 hari bursa 100 hari periode estimasi (estimation period)dan 10 hari periode jendela (windows period). Periode jendela dibedakan menjadi 5 hari sebelum peristiwa (pre event) dan 5 hari setelah peristiwa (post event). Data yang digunakan adalah data sekunder mengenai IHSG harga saham jumlah saham yang beredar volume saham yang ditransaksikan perusahaan sampel mulai 2003- 2006. Uji hipotesis dengan menggunakan uji peringkat tanda (Wilcoxon s Signed Rank Test) karena data tidak berdistribusi normal. Dari hasil penelitian ini terbukti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata cumulative abnormal return dengan nilai Z- hitung sebesar -5.843 dengan signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000 ( 0 05). Hal ini mengambarkan bahwa jumlah para pelaku pasar modal periode sebelumpeistiwa relatif tidak sama dengan jumlah pelaku pelaku pasar pada saat sesudah peristiwa. Sedangkan untuk risiko return trading volume activity dan abnormal return tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah sebelum dan sesudah peristiwa stock split pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2003-2006. hal ini mengambarkan para investor tidak melakukan reaksi yang berlebihan baik pada saat peristiwa maupun setelah peristiwa stock split berlangsung. Adapun saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah (1) Bagi Perusahaan hendaknya menjalankan keterbukaan informasi (full disclosure) dengan penuh agar pelaku pasar dapat menerima informasi secara periodic dan akurat sehingga mereka dapat merespon informasi tersebut dengan proposional.(2) Bagi Investor Bagi para investor hendaknya dapat membaca peluang untuk melakukan aksi profit taking atas suatu peristiwa yang akan terjadi terutama saat mendekati periode peristiwa.. (3) Bagi Peneliti Selanjutnya Pertimbangkan untuk memilih sampel penelitian dari semua perusahaan yang listing di BEJ yang melaksanakan kebijakan stock split sehingga hasil penelitian bisa lebih komprehensif dan representatif. Selain itu penelitian ini tidak mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi reaksi pasar modal di seputar stock split seperti kondisi perekonomian dan kondisi masing-masing industri perusahaan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi reaksi pasar modal di seputar stock split.