Tugas Akhir
Penggunaan analisis varians untuk pengendalian biaya produksi paper machine 1 pada PT. Kertas Leces (Persero) Probolinggo / Yunus Aditya Pranata
Abstrak
PT. Ketas Leces adalah perusahaan negara yang berbentuk persero atau perseroan terbatas yaitu perusahaan negara ( BUMN ) yang modalnya berupa saham-saham yang sebagian besar atau seluruhnya dimiliki pemerintah. PT Kertas Leces (Persero) dalam pengelolaan operasionalnya Pemegang Saham (Pemerintah) menunjuk Dewan Direksi untuk menjalankan manajemen di bawah pengawasan dan kendali Dewan Komisaris. Tujuan utama dari perusahaan Persero seperti PT. Kertas Leces mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan serta untuk menyediakan barang-barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat. Dengan semakin terbatasnya sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan dan komplek masalah-masalah yang timbul. Maka manajemen perusahaan untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi tersebut secara bijaksana terarah dan terkendali. Pengendalian ini dapat dilakukan melalui analisis varians yaitu membandingkan antara anggaran biaya produksinya dengan realisasinya. Selama ini PT. Kertas Leces (Persero) telah melakukan analisis varians biaya produksi hanya dengan menbandingkan antara total anggaran biaya produksi dan realisasinya. Analisis seperti ini kurang memberikan informasi mengenai penyebab varians dan bagian yang bertanggung jawab atas varians tersebut. Akibatnya perusahaan mengalami kesulitan untuk memperbaiki pelaksanaan pengendalian biaya produksi. Untuk itu dibutuhkan penelitian untuk menganalisis lebih lanjut tentang varians yang terjadi di PT. Kertas Leces (Persero). Hal ini penting karena sebagai sarana pengendalian biaya produksi. Adapun prosedur analisis yang diajukan adalah dengan memisahkan varians bahan baku varians tenaga kerja langsung varians bahan penolong menjadi varians harga dan varians kuantitas. Selain itu juga memisahkan varians biaya overhead pabrik menjadi varians pengeluaran dan varians volume. Berdasarkan hasil perhitungan setelah dilakukan analisis varians biaya produksi lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa terjadi varians biaya produksi yang bersifat tidak menguntungkan yang terjadi pada tahun 2006 sebesar Rp. 104.113.920 yang terdiri dari bahan baku sebesar Rp. 364.521.450 bersifat tidak menguntungkan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp. 136.864.000 bersifat menguntungkan biaya bahan penolong sebesar Rp. 334.358.826 bersifat menguntungkan dan Biaya Overhead Pabrik sebesar Rp. 2.587.456 bersifat tidak menguntungkan. Dengan analisis varians tersebut pengendalian biaya produksi dapat terlaksana dengan baik sehingga efisiensi biaya dapat tercipta dan tujuan perusahaan akan tercapai.