Skripsi
Penerapan model learning cycle dengan memanfaatkan jaringan global sebagai sumber belajar untuk meningkatkan ketuntasan belajar (studi kasus di SMA Negeri 1 Malang) / Ficha Prima Astria
Abstrak
ABSTRAK Astria Ficha Prima. 2008. Penerapan Pembelajaran Learning Cycle Dengan Memanfaatkan Jaringan Global Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Ketuntasan Belajar (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Malang). Jurusan Ekonomi Pembangunan. Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahjoedi M.E. Pembimbing (II) Dr. Sugeng Hadi Utomo M. Ec. Kata kunci Learning Cycle jaringan global sumber belajar ketuntasan belajar Salah satu model pembelajaran yang menerapkan teori konstruktivisme adalah pembelajaran dengan model siklus belajar (Learning Cycle) yang merupakan rangkaian tahap-tahap kegiatan yang terdiri dari fase eksplorasi fase pengenalan konsep dan fase aplikasi konsep. Pada pembelajaran Learning Cycle ini juga digunakan fasilitas internet untuk mencari berbagai literatur. Fungsi internet menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa sehingga siswa dapat mencari informasi lebih lengkap dan cepat. Ketuntasan belajar adalah nilai hasil belajar yang didapatkan oleh siswa pada pembelajaran melampaui kriteria yang sudah ditetapkan baik individu maupun klasikal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran model Learning Cycle dengan memanfaatkan jaringan global (internet) sebagai sumber belajar terhadap ketuntasan belajar siswa. Penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan dalam pengajaran ekonomi di sekolah. Subyek penelitian adalah siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Sejak observasi awal hingga akhir dimulai pada bulan April sampai Mei. Analisis data hasil penelitian menggunakan prosentase rata-rata dari nilai yang diperoleh siswa yaitu nilai kognitif dari nilai tes tulis dan nilai afektif yang tercantum pada lembar observasi siswa yang digunakan pada setiap siklus yang kemudian dibandingkan antara siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model Learning Cycle dengan memanfaatkan jaringan global sebagai sumber belajar dapat mempengaruhi dan meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Peningkatan ini terlihat pada nilai-nilai tes yang diperoleh siswa pada tiap akhir siklus. Pada siklus pertama dari 35 orang siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 9 orang siswa dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal yang diperoleh sebesar 74 3%. Hal tersebut belum menunjukkan keberhasilan ketuntasan belajar siswa secara klasikal karena siswa yang telah tuntas belajar belum mencapai 8805 85%. Sedangkan pada siklus kedua dari 35 orang siswa yang belum tuntas belajar hanya sebanyak 4 orang siswa sehingga persentase ketuntasan belajar secara klasikal yang diperoleh sebesar 88 6% sehingga ketuntasan belajar secara klasikal telah tercapai karena telah mencapai standar ketuntasan belajar minmum klasikal yaitu 8805 85%. Dengan demikian ketuntaan belajar siswa dari siklus pertama ke siklus kedua mengalami peningkatan sebesar 14%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Learning Cycle dengan memanfaatkan jaringan global sebagai sumber belajar pada pembelajaran ekonomi dapat memperbaiki proses pembelajaran serta mampu meningkatkan aktivitas guru maupun siswa dalam pembelajaran di kelas yang pada akhirnya dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Disarankan kepada peneliti lain untuk melakukan tindakan lebih dari dua siklus sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal guna perbaikan pendidikan. Bagi guru bidang studi ekonomi dapat menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dengan memanfaatkan jaringan global (internet) sebagai sumber belajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa aktivitas belajar siswa dan meningkatkan ketuntasan belajar dari proses pembelajaran. Penerapan model pembelajaran Learning Cycle dengan memanfaatkan internet sebagai sumber belajar ini hendaknya disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup.