Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran kimia berbasis konstruktivistik dan kontekstual untuk SMA/MA kelas X pada materi pokok senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dan kelas XI pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan / Yunita Sari
Abstrak
ABSTRAK Sari Yunita. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kimia Berbasis Konstruktivistik dan Kontekstual untuk SMA/MA Kelas X pada Materi Pokok Senyawa Hidrokarbon dalam Kehidupan Sehari-hari dan Kelas XI pada Materi Pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Rahayu M.Ed. (II) Drs. Prayitno M.Pd. Kata-kata Kunci pengembangan perangkat pembelajaran konstruktivistik kontekstual senyawa hidrokarbon kelarutan dan hasil kali kelarutan. Percepatan arus informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi misi tujuan dan strateginya terutama dalam sistem pendidikan. Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan ini adalah kurikulum. Sebagai perwujudannya saat ini mulai diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui Kurikulum 2006 (KTSP) dilakukan penyempurnaan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan termasuk pada pelajaran kimia sebagai cabang dari sains. Sebagian besar dari konsep kimia merupakan konsep yang bersifat abstrak sehingga siswa cenderung mengalami kesulitan dalam memahami dan mengkonstruksi struktur pengetahuan dengan tepat. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi/pendekatan/metode pembelajaran yang mampu mengaitkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa agar dapat memberikan kemudahan bagi siswa dalam membangun pengetahuan mereka sendiri. Salah satu solusinya melalui pembelajaran berbasis konstruktivistik dan kontekstual yang bertujuan agar siswa dapat membangun konsep sendiri dan menghubungkan pengetahuannya tersebut dengan kehidupan nyata yang mereka alami. Agar dapat diimplementasikan di kelas maka diperlukan perangkat pembelajaran yang lebih operasional. Hal ini dimaksudkan untuk membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan baik khususnya untuk mengoptimalkan pelaksanaan KTSP. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk yang berupa perangkat pembelajaran kimia berbasis konstruktivistik dan kontekstual serta mengetahui kesesuaian atau kelayakan perangkat pembelajaran tersebut untuk digunakan dalam pembelajaran kimia khususnya SMA/MA Kelas X Semester 2 dan Kelas XI Semester 2. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran terdiri atas dua bagian bagian pertama merupakan panduan guru (teacher s guide) yang berisi silabus dan sistem penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) instrumen penilaian dan buku guru. Sedangkan bagian kedua adalah buku siswa yang berisi uraian materi dan lembar kegiatan siswa sebagai panduan diskusi atau kegiatan laboratorium. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini diawali degan survai kondisi lapangan kemudian dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran berdasarkan model pengembangan konseptual yang direkomendasikan oleh Dick dan Carey. Langkah selanjutnya dilakukan validasi. Langkah-langkah pengembangan menurut Dick dan Carey yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran umum melakukan analisis materi pelajaran mengidentifikasi kemampuan dan karakteristik awal siswa menuliskan pengalaman belajar mengembangkan item tes berbasis kriteria pemilihan strategi pembelajaran mengembangkan dan memilih perangkat pembelajaran melaksanakan evaluasi formatif (validasi) melakukan revisi dan memproduksi perangkat pembelajaran. Desain validasi penelitian yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah validasi formatif yang pelaksanaannya dievaluasi oleh validator. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase. Berdasarkan hasil validasi dari empat validator diperoleh kesimpulan bahwa skor rata-rata yang diperoleh untuk perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu 86 36% dengan kriteria valid/baik/layak. Dengan demikian perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan analisis keterbatasan pengembangan perangkat pembelajaran maka saran yang perlu diperhatikan yaitu pengembangan perangkat pembelajaran dapat dilakukan pada jenjang pendidikan dan pokok bahasan lain dan perlu diujicobakan atau dilakukan validasi empirik (evaluasi sumatif) di sekolah untuk mengetahui keefektifannya dalam pembelajaran.