Skripsi
Hubungan antara penyesuaian sosial dengan keterampilan komunikasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bangil / Anita Khoiriyah
Abstrak
ABSTRAK Khoiriyah Anita. 2008. Hubungan Antara Penyesuaian Sosial Dengan Keterampilan Komunikasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bangil. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Imam Hambali M.Pd (II) Drs. Hariyadi Kusumo. Kata Kunci Penyesuaian sosial keterampilan komunikasi siswa SMA. Penyesuaian sosial merupakan suatu interaksi yang berlangsung secara terus-menerus antara diri orang lain dan lingkungan untuk mencapai kepuasan diri dan harapan sosial yang meliputi penampilan nyata penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok sikap sosial dan kepuasan pribadi. Sering kali diketahui bahwa seseorang yang memiliki penyesuaian sosial yang baik maka ia akan memiliki teman yang banyak pula. Penyesuaian sosial merupakan syarat dari segala bentuk interaksi manusia dengan orang lain. Sering kali penyesuaian sosial yang tidak efektif menjadi sumber masalah bagi manusia untuk melakukan hubungan dengan orang lain. Manusia mempunyai kebutuhan sosial untuk menumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang baik dengan orang lain dalam berinteraksi. Maka untuk memenuhi kebutuhan sosialnya manusia berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan lingkungannya. Bila penyesuaian sosial yang dilakukan individu efektif maka proses komunikasi pun akan dapat berjalan dengan baik. Agar individu dapat berkomunikasi dengan baik maka individu harus mekakukan kontak sosial yaitu dengan melakukan penyesuaian sosial. Bila penyesuaian sosial individu dengan lingkungannya tidak efektif maka komunikasinya pun tidak akan berjalan dengan baik. Jadi penyesuaian sosial yang baik dan efektif akan mempengaruhi keterampilan komunikasi individu khususnya siswa dengan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui tingkat penyesuaian sosial siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bangil (2) Mengetahui tingkat keterampilan komunikasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bangil (3) Mengetahui hubungan antara penyesuaian sosial dengan keterampilan komunikasi siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1Bangil. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1Bangil angkatan tahun 2007 2008 yang berjumlah 120 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Teknik analisisnya adalah statistik deskriptif kuantitatif dengan analisis persentase dan korelasi product moment. Instrumen yang digunakan adalah angket terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki penyesuaian sosial persentase tertinggi yaitu 40 8% termasuk dalam kategori cukup. Dari situasi tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat penyesuaian sosial siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bangil dapat dikatakan cukup baik. Sedangkan hasil yang diperoleh untuk keterampilan komunikasi persentase tertinggi yang diperoleh yaitu 44 2% termasuk dalam kategori cukup baik Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan komunikasi siswa kelas XI SMA Negeri 1Bangil secara umum dapat dikatakan cukup baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penyesuaian sosial dengan keterampilan komunikasi siswa dengan koefisien korelasi rxy 0 521 rtabel 0 176 dengan taraf signifikan 5%sehingga masuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil temuan tersebut disarankan bagi pihak-pihak yang terkait dalam bidang bimbingan yaitu (1) Konselor dapat memberikan materi yang berkaitan dengan penyesuaian sosial dan keterampilan komunikasi siswa serta lebih mengoptimalkan layanan terutama layanan konseling kelompok dan bimbingan kelompok yang efektif untuk membantu siswa menangani masalah-masalah sosial yang cenderung banyak dialami oleh siswa. (2) Guru hendaknya dapt lebih meningkatkan kerjasamanya dengan konselor dalam memberikan bimbingan pada siswa.Utamanya pada siswa-siswa yang kesulitan dalam penyesuaian sosialnya. (3) Bagi peneliti lanjutan hendaknya dapat mengadakan penelitian yang lebih mendalam masalah penyesuaian sosial dan keterampilan komunikasi dan mengadakan penelitian pada subyek yang lebih luas lagi.