Skripsi
Penerapan metode inkuiri terbimbing melalui Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VII-B di SMP Negeri 2 Malang / Nurul Inayati Mubayatun
Abstrak
Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 2 Malang dapat diketahui bahwa kondisi siswa SMP Negeri 2 Malang kurang menyukai pelajaran Biologi. Mereka berpendapat bahwa pelajaran Biologi cenderung lebih menghafal dan metode pembelajaran yang sering digunakan adalah metode tanya-jawab sehingga menimbulkan kebosanan. Kebosanan ini akan menimbulkan berkurangnya minat siswa dalam mempelajari Biologi. Berdasarkan kondisi tersebut dilakukan penelitian dengan tujuan untuk (1) mengetahui penerapan metode Inkuiri Terbimbing melalui Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan minat belajar Biologi siswa kelas VII-B di SMP Negeri 2 Malang. (2) mengetahui penerapan metode Inkuiri Terbimbing melalui Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas VII-B di SMP Negeri 2 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi kegiatan belajar mengajar observasi minat belajar siswa observasi presentasi dan diskusi dalam penerapan metode Inkuiri Terbimbing melalui Problem Based Learning (PBL) pemberian tes kognitif dan afektif yang dilakukan setiap akhir siklus. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) minat belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke II. Secara berturut-turut taraf keberhasilan tindakan klasikal siklus I dan II adalah 59 69% dan 78 63% 2) hasil belajar kognitif siswa yang diukur dengan persentase ketuntasan belajar klasikal mengalami peningkatan dari siklus I ke II. Secara berturut-turut persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I dan II adalah 74 36% dan 100%. 3) hasil belajar ranah afektif siswa yang diukur dengan rata-rata nilai mengalami peningkatan dari siklus I ke II. Secara berturut-turut rata-rata nilai siklus I dan II adalah 87 41 dan 90 70. 4) hasil belajar ranah psikomotor yang diukur dengan taraf keberhasilan tindakan klasikal mengalami peningkatan. Secara berturut-turut taraf keberhasilan tindakan klasikal siklus I dan II adalah 56 91% dan 76 71%. Pada pelaksanaan pembelajaran guru harus dapat mengelola kelas secara merata sehingga seluruh siswa memperoleh perhatian yang sama dan akhirnya dapat meningkatkan indikator minat lainnya yang masih belum maksimal.