Skripsi
Keefektifan pendekatan problem posing pada pembelajaran matematika siswa kelas VII di MTs Surya Buana Malang / T. Triasti Kishariningtyas
Abstrak
ABSTRAK Kishariningtyas Triasti. 2008. Keefektifan Pendekatan Problem posing Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VII di MTs Surya Buana Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sulton M.Pd (II) Drs. Joseph Mbulu M.Pd. Kata kunci Problem posing Pembelajaran Matematika Hasil Belajar. Pembelajaran yang efektif akan membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Pembelajaran yang efektif akan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Pembelajaran dengan pendekatan problem posing dapat dijadikan alternatif dalam menciptakan suasana belajar/kelas yang mampu melibatkan siswa agar berpartisipasi secara aktif kreatif dan siswa dapat bekerja secara kelompok maupun individu sehingga siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain.Pembelajaran dengan pendekatan problem posing merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan meminta siswa untuk mengajukan masalah dengan diberikan suatu stimulus siswa diminta untuk mengajukan masalah yang berkaitan dengan stimulus yang dihadapi Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang pembelajarannya dapat menggunakan model problem posing. Belajar matematika merupakan proses membangun atau mengkonstruksi konsep dan prinsip-prinsip matematika. Dalam pembelajaran matematika terjadi proses berpikir dan seseorang dikatakan berpikir jika orang itu melakukan kegiatan mental (Hudojo dalam Puspitasari 2006 8). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pendekatan problem posing dengan siswa yang diajar dengan cara konvensional. Penelitian ini digolongkan ke dalam eksperimen semu (quasi experiment). Eksperimen semu digunakan karena peneliti tidak dapat melakukan kontrol terhadap seluruh variabel yang diduga dapat berpengaruh terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Untreated control group design with pretest and posttest . Pada penelitian ini menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen diberi perlakuan yaitu pembelajaran dengan pendekatan problem posing sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Berdasarkan perhitungan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji t didapat mean kelas eksperimen sebesar 72 499 dan standar deviasi sebesar 5 7952 sedangkan mean kelas kontrol sebesar 55 390 dan standar deviasi sebesar 8 8658 sehingga di dapat hasil thitung ttabel yaitu 7 747 2 015 pada signifikan 0 05 maka H0 ditolak berarti hasil belajar siswa yang diajar dengan pendekatan problem posing lebih tinggi daripada menggunakan pembelajaran konvensional.Selain itu adanya peningkatan nilai rata-rata pre tes dan post tes kelompok eksperimen yaitu pada pre tes sebesar 53 20 pada post tes meningkat menjadi 72 499. Sedangkan nilai rata-rata pre tes dan post tes pada kelompok kontrol yaitu pada pre tes sebesar 51 33 dan post tes meningkat menjadi 55 390. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara penerapan pendekatan problem posing dengan pembelajaran konvensional secara signifikan lebih baik perolehan hasil belajar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Oleh sebab itu pendekatan problem posing penting untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika sebagai upaya untuk mencapai hasil belajar yang memadai. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada guru untuk menerapkan pendekatan problem sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan mengembangkan kemampuan siswa untuk berfikir kritis dan kreatif guna memperbaiki mutu pembelajaran matematika.